Kasus COVID-19 di Kota Xi'an Naik, Tiongkok Hadapi Wabah Komunitas Terbesar Sejak tahun 2020
Dunia

Pada Senin (27/12), Tiongkok mencatatkan 162 kasus COVID-19 transmisi komunitas baru. 152 kasus COVID-19 di antaranya dilaporkan berasal dari provinsi Shaanxi, dimana 13 juta penduduk kota Xi'an telah di-lockdown selama lima hari.

WowKeren - Tiongkok kini tengah memerangi wabah COVID-19 komunitas terbesar sejak tahun 2020 lalu. Pembatasan aturan lockdown di kota Xi'an, provinsi Shaanxi pun diperketat.

Pada Senin (27/12), Tiongkok mencatatkan 162 kasus COVID-19 transmisi komunitas baru. 152 kasus COVID-19 di antaranya dilaporkan berasal dari provinsi Shaanxi, dimana 13 juta penduduk kota Xi'an telah di-lockdown selama lima hari.

Pada Sabtu (25/12), Tiongkok mencatatkan kenaikan kasus lokal tertinggi dalam 21 bulan kala jumlah kasus di Xi'an berlipat ganda. Pada periode 9-26 Desember, tercatat sudah ada 635 kasus COVID-19.

Putaran keempat tes COVID-19 wajib juga tengah berlangsung di kota Xi'a,n. Ratusan petugas kesehatan dikerahkan untuk mendeteksi infeksi baru dalam upaya untuk membasmi penyebaran virus.

Sekitar 3.000 pos didirikan untuk melakukan tes COVID-19 pada semua penduduk, menurut media pemerintah. Menurut pemerintah provinsi Shaanxi, lebih dari 45.000 sukarelawan medis juga telah bergabung dalam upaya untuk mengekang penyebaran virus.


Kota tersebut juga meluncurkan kampanye desinfeksi, dengan staf menyemprotkan solusi pembunuh patogen pada permukaan jalan dan bangunan. Warga disarankan untuk tidak menyentuh tanaman setelah disinfeksi.

Pihak otoritas sedang menyelidiki 17.527 warga yang telah diidentifikasi sebagai kontak dekat, sedangkan 41.671 orang menjalani karantina hotel wajib. Media pemerintah melaporkan staf medis di pusat pengujian menderita tangan bengkak setelah melakukan ratusan tes dalam cuaca dingin.

Di sisi lain, Direktur Institut Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Provinsi Shaanxi, Zhang Yi, menjelaskan bahwa penyebab utama kenaikan kasus COVID-19 ini adalah lebih banyak kasus yang terdeteksi selama pengujian wajib dan juga penyebaran klaster baru di lebih banyak distrik. Lockdown telah diberlakukan di kota Xi'an sejak Kamis (23/12) pekan lalu.

Pihak otoritas telah mengerahkan satu personel keamanan untuk setiap 10 penduduk di 283 "daerah tertutup" di kota tersebut. Layanan "door-to-door" disediakan saat warga dilarang untuk meninggalkan rumah mereka.

Hanya satu orang dari setiap rumah tangga di 229 "daerah terkontrol" yang diizinkan meninggalkan rumah mereka setiap hari selama dua jam untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait