Selain kasus kematian terkait Varian Omicron tersebut, negara bagian New South Wales juga mencatatkan dua kasus kematian COVID-19 lain pada Senin (27/12) hari ini.
- Bertilia Puteri
- Senin, 27 Desember 2021 - 20:45 WIB
WowKeren - Australia telah melaporkan kasus kematian pertama dari COVID-19 Varian Omicron pada Senin (27/12). Kasus kematian terkait Omicron ini ditemukan di negara bagian New South Wales dan menimpa seorang pria berusia 80 tahunan yang telah divaksinasi secara penuh.
Pria itu dilaporkan terinfeksi di fasilitas perawatan lansia Uniting Lilian Wells di North Parramatta. Ia tercatat memiliki penyakit bawaan.
Selain kasus kematian Omicron tersebut, New South Wales juga mencatatkan dua kasus kematian COVID-19 lain pada Senin hari ini. Kedua pasien tersebut adalah seorang pria berusia 80 tahunan dan seorang wanita berusia 90 tahunan.
New South Wales sendiri melaporkan 6.324 kasus COVID-19 baru pada Senin hari ini. Angka tersebut sedikit menurun dibanding hari sebelumnya yang mencatatkan 6.394 kasus dalam sehari.
Secara nasional, Australia melaporkan total enam kasus kematian pada Senin hari ini. Selain di New South Wales, tiga kasus kematian lainnya dilaporkan di negara bagian Victoria.
Meski jumlah pasien di Victoria yang berada dalam perawatan intensif naik tiga orang menjadi total 80 pasien, jumlah pasien yang menggunakan ventilator turun dari 43 orang menjadi 38 orang. Tingginya permintaan tes COVID-19 membuat banyak orang terpaksa putar balik sebelum pos pengujian dibuka pada Senin hari ini. Pihak otoritas telah mendorong orang-orang yang membutuhkan tes COVID-19 untuk mendatangi pos yang kurang terkenal untuk menghindari menghabiskan waktu berjam-jam dalam antrian.
Dalam berita lainnya, ratusan warga Australia dilaporkan mendapat hasil negatif yang salah pada Minggu (26/12). Di hari yang sama, Direktur Medis SydPath, Prof Anthony Dodds, langsung menyampaikan permohonan maaf di hadapan media. Pasalnya RS St Vincent di Sydney sudah menyampaikan 400 hasil false negative, atau dengan kata lain ratusan orang tersebut positif COVID-19 namun dinyatakan negatif oleh tenaga medis.
Namun pada Senin hari ini, ada 995 warga Australia yang mendapat konfirmasi negatif tes COVID-19, padahal nyatanya hasil pemeriksaan mereka belum selesai dianalisis. Kini ganti RS St Vincent yang menyampaikan permohonan maaf, baik untuk kesalahan kemarin hingga hari ini. RS St Vincent memastikan hasil pasti pemeriksaan COVID-19 untuk 995 orang yang mendapat konfirmasi palsu akan disampaikan maksimal Senin malam.
(wk/Bert)