Thailand Dinilai Belum Siap Hadapi Gelombang Tsunami, Ahli Sebut Masyarakat Tidak Menyadari Bahaya
pixabay.com/PTLlab
Dunia

Alih-alih berlari menuju ke tempat yang lebih tinggi, orang-orang dikhawatirkan akan lebih memilih untuk pulang ke keluarga mereka, atau ke sekolah untuk menjemput anak-anak.

WowKeren - Tragedi tsunami yang melanda Thailand pada 2004 lalu, atau yang dikenal dengan istilah Boxing Day Tsunami telah menyisakan luka yang membekas di antara keluarga korban. Namun meski sudah 17 tahun berlalu sejak gelombang menghancurkan pantai barat daya negara itu, tampaknya Thailand masih belum siap jika tragedi semacam itu akan berulang nantinya.

Menurut laporan Thai PBS World, para ahli juga mengatakan Thailand masih belum memiliki sistem peringatan dini yang efektif. Dr Pennueng Wanichchai dari Kementerian Ilmu Pengetahuan, Penelitian, dan Inovasi mengatakan tsunami lain adalah kemungkinan yang berbeda dalam hidupnya.

Hal itu mengingat penumpukan energi yang sangat besar di bawah Laut Andaman, di mana energi yang sangat besar ini dapat dilepaskan melalui gempa bumi dan tsunami berikutnya. Ia pun khawatir jika bencana besar semacam itu tiba, maka tidak akan ada cukup waktu untuk mengevakuasi warga.


Hal itu disebabkan karena kurangnya rencana yang efektif yang diterapkan dalam waktu singkat. Lebih lanjut, ia juga mengkhawatirkan jika orang-orang mungkin tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tidak menutup kemungkinan, alih-alih berlari menuju ke tempat yang lebih tinggi, orang-orang akan lebih memilih untuk pulang ke keluarga mereka, atau ke sekolah untuk menjemput anak-anak.

Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Panon Latcharote dari Universitas Mahidol. Menurut pandangannya, kurangnya persiapan merupakan salah satu alasan utama tingginya angka kematian akibat tsunami 17 tahun lalu.

Dia mengatakan prosedur seperti rencana evakuasi memerlukan latihan rutin. Dengan begitu, orang-orang akan terbiasa dengan proses dan tahu apa yang harus dilakukan setelah terjadi bencana. Dia menambahkan bahwa para peneliti di Mahidol sedang mengerjakan peta risiko tsunami untuk wilayah Andaman.

Sementara itu, Dr. Pasakorn Panon dari Universitas Kasetsart mengatakan sangat penting untuk mempelajari garis patahan di negara tetangga. Sebab, letak geografis Thailand dapat membuatnya ikut terkena dampak jika terjadi gempa di negara lain. Kurangnya data geografis definisi tinggi untuk pantai Thailand, baik di darat maupun di laut, membuatnya sulit untuk membuat model simulasi tsunami untuk wilayah tersebut.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait