India Larang Badan Amal Bunda Teresa Terima Dana Dari Luar Negeri
/Saji Thomas
Dunia

Badan amal bernama Misionaris Cinta Kasih tersebut didirikan oleh Bunda Teresa pada tahun 1950 dan menjalankan jaringan tempat penampungan di seluruh India yang dipimpin oleh para biarawati untuk membantu orang miskin.

WowKeren - Pemerintah India telah memblokir badan amal Bunda Teresa agar tak bisa menerima dana dari luar negeri. Badan amal bernama Misionaris Cinta Kasih tersebut didirikan oleh Bunda Teresa pada tahun 1950 dan menjalankan jaringan tempat penampungan di seluruh India yang dipimpin oleh para biarawati untuk membantu orang miskin.

Dengan diblokirnya penerimaan dana dari luar negeri, badan amal tersebut kini terputus dari sumber daya vital. Pemblokiran ini dilakukan hanya beberapa hari usai badan amal tersebut menghadapi penyelidikan polisi karena "menyakiti sentimen agama Hindu" di tengah meningkatnya intoleransi terhadap orang Kristen di India.

Kementerian Dalam Negeri India mengaku telah menemukan "masukan yang merugikan" dalam mempertimbangkan penolakan izin menerima dana dari luar negeri bagi lembaga amal tersebut. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin (28/12), Misionaris Cinta Kasih mengkonfirmasi bahwa aplikasi pembaruannya telah ditolak, dan bahwa mereka tidak akan mengoperasikan akun pendanaan asing "sampai masalah tersebut diselesaikan".

Sebelumnya, badan amal tersebut sempat dituduh telah memaksa umat Hindu untuk pindah agama ke Kristen di sebuah panti asuhan yang dikelolanya di Vadodara di negara bagian Gujarat. Tuduhan itu menyebutkan bahwa badan amal tersebut "memancing" wanita muda Hindu yang malang untuk menjadi Kristen dengan memaksa mereka membaca teks-teks Kristen dan mengambil bagian dalam doa Kristen.


"Lembaga itu telah terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang melukai sentimen keagamaan umat Hindu dengan sengaja dan dengan kepahitan," demikian kutipan tuduhan yanng diajukan ke polisi. "Gadis-gadis di dalam Rumah untuk Anak Perempuan dibujuk untuk mengadopsi agama Kristen dengan membuat mereka memakai salib di leher mereka dan juga meletakkan Alkitab di atas meja gudang yang digunakan oleh para gadis, untuk memaksa mereka membaca Alkitab … Itu adalah upaya kejahatan untuk memaksa konversi agama pada gadis-gadis itu."

Seorang juru bicara Misionaris Cinta Kasih pun telah membantah semua tuduhan tersebut. Ia menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar.

"Kami tidak mengubah siapa pun atau memaksa siapa pun untuk masuk ke iman Kristen," tegasnya.

Di sisi lain, tuduhan tersebut muncul di tengah gelombang intoleransi dan kekerasan anti-Kristen yang telah menyebar di seluruh India. Melansir The Guardian, kelompok nasionalis Hindu sayap kanan menuduh orang-orang Kristen memaksa umat Hindu untuk pindah agama di luar keinginan mereka, atau melalui suap.

Pendeta-pendeta Kristen telah diserang dan kebaktian-kebaktian gereja diganggu dengan kejam dalam beberapa bulan terakhir karena histeria anti-Kristen telah tumbuh di India. Selama Natal, da serentetan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap komunitas Kristen, termasuk perusakan patung Yesus.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait