Afrika Selatan meneliti sekelompok kecil pasien COVID-19 Omicron yang sudah dan belum divaksinasi. Hasilnya, mereka mampu memproduksi antibodi yang juga ampuh menetralisir varian Delta.
- Elvariza Opita
- Rabu, 29 Desember 2021 - 12:43 WIB
WowKeren - Berbagai penelitian tentang COVID-19 varian Omicron terus dilakukan. Karakteristik varian ini terus diungkap ke publik, salah satunya soal kemungkinan Omicron bisa "menghapus" varian Delta yang sebelumnya mendominasi dunia.
Karakteristik ini diamati pada sekelompok orang dan hasil penelitiannya belum diulas rekan sejawat. Namun terlihat bahwa orang-orang terinfeksi Omicron, terutama untuk mereka yang sudah divaksinasi, akan mengembangkan imunitas yang sangat tinggi yang bisa melawan varian Delta.
Penelitian melibatkan 33 pasien COVID-19 Omicron yang sudah dan belum divaksinasi di Afrika Selatan. Hasilnya, para ilmuwan menemukan antibodi yang menetralisir Omicron meningkat 14 kali lipat dalam 14 hari setelah hari pertama infeksi.
Antibodi yang sama juga meningkat 4,4 kali lipat untuk melawan varian Delta. "Peningkatan (antibodi) penetralisir Delta di individu terinfeksi Omicron bisa mengurangi kemampuan Delta untuk menginfeksi ulang individu-individu tersebut," ujar peneliti dalam studi tersebut, dikutip pada Rabu (29/12).
"(Hasilnya) konsisten dengan (dugaan) Omicron bisa menggantikan varian Delta," imbuhnya, dikutip dari CGTN."Lantaran infeksi Omicron bisa menetralisir Delta, membuat infeksi ulang dengan Delta menjadi sulit untuk terjadi."
Lantas apa manfaat dari kemampuan Omicron "menyingkirkan" Delta ini? Kesimpulannya harus didasarkan pada varian Delta yang sejauh ini diklaim menimbulkan gejala lebih parah dibandingkan Omicron.
"Jika demikian, maka insiden penyakit parah akibat infeksi COVID-19 akan berkurang," tutur peneliti. "Infeksi (COVID-19) dapat bergeser menjadi tidak terlalu mengganggu individu dan masyarakat."
Profesor Alex Sigal dari Institut Riset Kesehatan Afrika di Afrika Selatan mengklaim bahwa varian Omicron menimbulkan keparahan gejala yang lebih rendah daripada Delta. Hal ini tampak dari kondisi di Afrika Selatan, yang menurutnya bisa "membantu menyingkirkan Delta".
Sebagai informasi, Omicron merupakan salah satu varian virus Corona penyebab COVID-19 yang semula berkembang di negara-negara selatan Afrika. Varian yang sebelumnya dikenal sebagai B.1.1.529 ini langsung ditetapkan sebagai varian yang mengkhawatirkan (Variant of Concern / VoC) hanya dalam hitungan beberapa hari setelah menjadi sorotan peneliti dunia.
(wk/elva)