Menteri Inggris Tolak Seruan Pemotongan Masa Isoman COVID-19 Jadi 5 Hari
Dunia

Menteri Penyandang Cacat, Kesehatan dan Pekerjaan Inggris, Chloe Smith, mengingatkan bahwa masa isolasi mandiri COVID-19 baru saja dipotong dari 10 hari menjadi tujuh hari.

WowKeren - Menteri Penyandang Cacat, Kesehatan dan Pekerjaan Inggris telah menolak usul pemotongan masa isolasi mandiri COVID-19 di Inggris dari tujuh hari menjadi lima hari. Usulan itu awalnya diajukan untuk mengatasi masalah kekurangan staf Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS).

Menteri Chloe Smith mengingatkan bahwa masa isolasi mandiri baru saja dipotong dari 10 hari menjadi tujuh hari. Pemotongan tersebut dilakukan usai seorang pejabat senior NHS memperingatkan bahwa ketidakhadiran staf karena harus menjalani isolasi COVID-19 di masa musim dingin kemungkinan akan menimbulkan masalah yang lebih besar bagi NHS daripada jumlah pasien terkait Omicron yang dirawat di rumah sakit.

"Tidak ada rencana saat ini di Inggris untuk mengubah periode (isolasi mandiri COVID-19) itu," tegas Smith kepada BBC Breakfast pada Rabu (29/12). "Tentu saja, kami sebenarnya baru saja memotongnya (masa isoman) dari 10 menjadi tujuh (hari), dan kami ingin melihatnya – kami ingin memastikan bahwa itu berfungsi seperti yang kami yakini seharusnya. Kami pikir periode saat ini, oleh karena itu, adalah yang tepat, jadi kami tidak memiliki rencana untuk mengubahnya lebih jauh."


Pada Selasa (28/12), otoritas kesehatan Amerika Serikat (AS) merekomendasikan agar masa isolasi bagi pasien COVID-19 tanpa gejala dipotong separuh menjadi hanya lima hari. Seorang ahli imunologi terkemuka menyarankan Inggris dapat mengikuti jalan yang sama jika kapasitas dan kualitas pengujian cepat dapat mendukungnya.

Profesor kedokteran di Universitas Oxford, Sir John Bell, mengatakan bahwa penyakit terkait Varian Omicron terbukti tidak terlalu parah jika dibandingkan dengan varian sebelumnya. Ia berpandangan bahwa tes aliran lateral menjadi cara yang cukup baik untuk menandai siapa pasien yang menular dan siapa yang tidak.

"Dan seperti yang Anda tahu, (masa isoman) kami telah turun dari 10 hari menjadi tujuh hari jika Anda memiliki tes aliran lateral berurutan. Itu adalah cara yang jauh lebih baik untuk mengukur dan menghitung apakah orang yang kita izinkan untuk kembali ke komunitas bersifat menular," paparnya kepada program "Today BBC Radio 4", Rabu.

Sir Bell lantas ditanya apakah menurutnya hal itu akan mengarah pada pemotongan periode isoman lebih lanjut di Inggris. "Jika itu didukung oleh data aliran lateral, ya," pungkasnya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait