Seorang Warga Terinfeksi, Transmisi Kasus Flu Burung yang Tak Biasa Dilaporkan di Inggris
AFP
Dunia

Warga yang terinfeksi berada dalam kontak yang sangat dekat dengan sejumlah besar burung yang terinfeksi. Yang mana, burung tersebut disimpan di dalam dan di sekitar rumah.

WowKeren - Otoritas kesehatan Inggris pada kamis (6/1) melaporkan kasus flu burung pada seorang warga di wilayah barat daya. Infeksi itu ditularkan melalui paparan hewan yang sakit.

Padahal, penularan flu burung dari hewan ke manusia sangat jarang dan sebelumnya hanya terjadi beberapa kali di yurisdiksi itu, kata Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA). Sesuai protokol normal, UKHSA telah memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia tentang kasus ini.

Badan tersebut mengatakan jika warga yang terinfeksi berada dalam kontak yang sangat dekat dengan sejumlah besar burung yang terinfeksi. Yang mana, burung tersebut disimpan di dalam dan di sekitar rumah yang bersangkutan.

Badan tersebut juga mengatakan belum mungkin untuk mengidentifikasi apakah individu tersebut terinfeksi dengan jenis influenza H5N1. Sementara itu, wabah galur H5N1 pada unggas telah dilaporkan telah menyebar di seluruh negeri.


Badan Kesehatan Hewan dan Tumbuhan dan Kepala Petugas Veteriner Inggris telah mengeluarkan peringatan kepada pemilik burung di seluruh negeri. Kasus ini terdeteksi setelah APHA mengidentifikasi wabah strain H5N1 di kawanan burung orang yang terinfeksi.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa risiko flu burung bagi masyarakat umum sangat rendah. Kepala Ilmiah UKHSA Isabel Oliver mengingatkan bahwa untuk mencegah penularan infeksi ini dari unggas ke manusia maka mereka memiliki sistem yang kuat untuk deteksi dini.

"Meski risiko flu burung bagi masyarakat umum sangat rendah, kami tahu bahwa beberapa jenis berpotensi menyebar ke manusia," ujarnya. "Dan itulah sebabnya kami memiliki sistem yang kuat untuk mendeteksi ini lebih awal dan mengambil tindakan."

Sejumlah wilayah di dunia memang telah melaporkan penyebaran flu burung di tengah pandemi COVID-19. Israel pada Minggu (2/1) melaporkan dua wabah flu burung di peternakan, yang menginfeksi lebih dari 21.000 unggas di negara itu. Sebagai langkah pencegahan, telur yang dihasilkan di peternakan itu pun tak dijual di pasar. Menurut pemerintah setempat, infeksi skala besar semacam ini belum pernah dilaporkan sebelumnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait