Persediaan Menipis, Wajib Militer Norwegia Kembalikan Pakaian Dalam untuk Angkatan Berikutnya
Dunia

Sebagaimana diketahui, Norwegia memanggil sekitar 8.000 pria dan wanita muda untuk dinas militer setiap tahunnya. Mereka ditugaskan untuk menjaga perbatasan utara NATO.

WowKeren - Norwegia telah memiliki kebijakan baru untuk para rekrutan wajib militernya. Wajib militer negara itu sekarang harus mengembalikan kaus kaki, bra, hingga boxer setelah menyelesaikan dinas militer mereka.

Tujuannya, tentu saja untuk diberikan pada rekrutan berikutnya. Alasannya, karena tentara saat ini tengah berkutat dengan persediaan yang semakin menipis sebagai imbas pandemi COVID-19.

Sebagaimana diketahui, Norwegia memanggil sekitar 8.000 pria dan wanita muda untuk dinas militer setiap tahunnya. Mereka ditugaskan untuk menjaga perbatasan utara NATO dan berbagi perbatasan dengan Rusia. Barubaru ini, wajib militer yang baru keluar meninggalkan barak mereka dengan pakaian dalam yang sudah ditanggalkan.

Pandemi COVID-19 telah berdampak serius pada aliran pasokan garmen dengan penutupan pabrik dan masalah transportasi. Hal itu membuat militer Norwegia meminta wajib militer untuk menyerahkan pakaian dalam, bra, dan bahkan kaus kaki.


Penyerahan kembali benda-benda itu sebelumnya hanya bersifat sukarela. Namun, penyiar publik NRK melaporkan pada Jumat (7/1) bahwa hal itu kini telah menjadi sesuatu yang wajib. Juru bicara logistik pertahanan Hans Meisingset memastikan kepada NRK bahwa perlengkapan tersebut telah dibersihkan sebelum diserahkan ke angkatan berikutnya.

"Sekarang kami telah memilih untuk menggunakan kembali bagian kit ini, ini membantu kami. Kami tidak memiliki cukup stok," ujarnya. "Tekstil dicuci, dibersihkan dan diperiksa. Yang kami distribusikan dalam kondisi baik."

Namun, seorang perwakilan dari wajib militer mengkritik kekurangan ini. Eirik Sjohelle Eiksund mengatakan kepada publikasi perdagangan Forsvarets Forum bahwa kondisi semacam ini jika dibiarkan dapat mempengaruhi operasi yang mereka lakukan.

"Kekurangan peralatan dan pakaian yang parah berpotensi mempengaruhi kesiapan operasional," katanya. "Dan dalam kasus terburuk, keselamatan prajurit."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait