WHO Sebut Pengulangan Dosis Booster dari Vaksin Awal Bukan Strategi Tepat
Dunia

WHO menyebut penggunaan jenis vaksin awal untuk booster bukanlah cara tepat untuk memerangi pandemi. WHO pun menyerukan perlunya vaksin baru yang dibuat sesuai perkembangan variasi COVID-19.

WowKeren - Pakar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi peringatan bahwa mengulangi dosis booster dari vaksin COVID-19 awal yang mereka terima bukanlah strategi layak untuk melawan varian yang muncul. Mereka menyerukan suntikan vaksin baru yang lebih baik dalam melindungi dari penularan.

Sebuah kelompok ahli yang dibentuk oleh WHO untuk menilai kinerja vaksin COVID-19 mengatakan pemberian vaksin dari jenis COVID-19 yang sudah ada di tengah munculnya varian baru bukanlah cara terbaik untuk memerangi pandemi.

"Strategi vaksinasi berdasarkan dosis booster berulang dari komposisi vaksin awal tidak mungkin tepat atau sustainable," kata Kelompok Penasihat Teknis WHO untuk Komposisi Vaksin COVID-19 (TAG-Co-VAC).

Kelompok itu menyebut adanya kebutuhan untuk memperbarui vaksin yang ada untuk lebih menargetkan kemunculan varian baru COVID-19. Seperti Omicron yang sejauh ini terus menyebar cepat dan terdeteksi di 149 negara.

Karena itu, perlu adanya pengembangan vaksin baru yang tidak hanya melindungi orang yang tertular COVID-19 agar tidak jatuh sakit parah, tetapi juga lebih baik mencegah orang tertular virus sejak awal. Hal tersebut akan membantu menurunkan Penyebaran dalam kelompok serta kebutuhan akan tindakan kesehatan dan sosial masyarakat yang ketat dan berjangkauan luas.

“Vaksin COVID-19 yang berdampak tinggi terhadap pencegahan infeksi dan penularan, selain pencegahan penyakit berat dan kematian, perlu dan harus dikembangkan.," kata TAG-Co-VAC.

Mereka juga menyarankan agar pengembang pengembang vaksin harus berusaha untuk membuat yang menimbulkan respons kekebalan secara luas, kuat, dan tahan lama. Hal itu untuk mengurangi kebutuhan akan dosis booster secara berturut-turut.

Menurut WHO, 331 kandidat vaksin saat ini sedang dikerjakan di seluruh dunia. Sampai vaksin baru dikembangkan, TAG-Co-VAC mengatakan bahwa komposisi vaksin COVID-19 saat ini mungkin perlu diperbarui.

WHO sejauh ini telah memberikan cap persetujuan untuk versi delapan vaksin yang berbeda. TAG-Co-VAC menekankan bahwa vaksin tersebut memberikan perlindungan tingkat tinggi terhadap penyakit parah dan kematian yang disebabkan oleh berbagai varian COVID-19. Namun data awal menunjukkan vaksin yang ada kurang efektif dalam mencegah penyakit COVID-19 bergejala pada orang yang telah mengontrak varian Omicron.

"Namun, diperlukan lebih banyak data tentang efektivitas vaksin, terutama terhadap rawat inap, penyakit parah, dan kematian, termasuk untuk setiap platform vaksin dan untuk berbagai dosis vaksin dan rejimen produk," pungkasnya.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait