Novak Djokovic Akui Sempat Hadiri Wawancara Setelah Dinyatakan Positif COVID-19
Instagram/djokernole
Dunia

Baru-baru ini, Djokovic mengunggah pernyataan tertulis di akun media sosial resminya tentang aktivitas yang ia lakukan pada bulan Desember 2021 sebelum datang ke Australia.

WowKeren - "Drama" petenis Serbia Novak Djokovic di Australia masih terus berlanjut. Baru-baru ini, Djokovic mengunggah pernyataan tertulis di akun media sosial resminya tentang aktivitas yang ia lakukan pada bulan Desember 2021 sebelum datang ke Australia.

Pada 14 Desember 2021, Djokovic menghadiri pertandingan basket di Belgrade, Serbia. Sejumlah penonton di pertandingan basket itu rupanya dites positif COVID-19, sehingga Djokovic memutuskan untuk menjalani rapid test antigen dan juga tes swab PCR pada 16 Desember 2021.

Berdasarkan rapid test antigen yang hasilnya keluar pada hari itu juga, Djokovic dinyatakan negatif. Pada 17 Desember 2021, Djokovic lantas menghadiri sebuah acara tenis di Belgrade untuk mempersembahkan penghargaan pada anak-anak. Namun hasil tes PCR Djokovic keluar setelah acara tersebut selesai dan ia dinyatakan positif COVID-19.

"Saya asimptomatik (tak merasakan gejala) dan merasa (kondisi tubuh) bagus, dan saya tidak menerima notifikasi hasil tes PCR positif hingga setelah acara selesai," tulis petenis nomor 1 dunia tersebut.

Keesokan harinya pada 18 Desember 2021, Djokovic menghadiri agenda pemotretan dan wawancara untuk memenuhi komitmennya dengan media L'Equipe. Ia merasa memiliki kewajiban untuk tetap menghadiri wawancara tersebut karena tidak ingin mengecewakan jurnalis yang terlibat.


"Tetapi saya memastikan untuk tetap menjaga jarak dan mengenakan masker kecuali ketika foto saya diambil," lanjutnya. "Ketika saya pulang ke rumah setelah wawancara untuk mengisolasi diri selama periode yang diperlukan, saat direfleksikan lagi, ini adalah kesalahan penilaian dan saya menerima bahwa saya seharusnya menjadwalkan ulang komitmen (wawancara) ini."

Selain itu, Djokovic juga membahas soal pernyataan riwayat perjalanan yang membuatnya sempat diselidiki oleh Pasukan Perbatasan Australia. Djokovic diketahui telah menyatakan bahwa dirinya tidak bepergian dalam periode dua minggu sebelum penerbangannya ke Australia. Namun foto-foto di media sosial menunjukkan bahwa Djokovic berada di Beograd kurang dari dua minggu sebelum penerbangannya dari Spanyol ke Australia pada 4 Januari.

Terkait isu ini, Djokovic menyatakan ada human error yang tidak disengaja. Djokovic mengaku bahwa pernyataan riwayat perjalanannya diisi oleh tim tim dukungan atas namanya,

"Agen saya dengan tulus meminta maaf atas kesalahan administratif dalam mencentang kotak yang salah tentang (riwayat) perjalanan saya sebelum datang ke Australia," paparnya. "Ini adalah human error dan tentu saja tidak disengaja. Kita hidup di masa yang penuh tantangan dalam pandemi global dan terkadang kesalahan ini bisa terjadi."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait