Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Subang Maxi menduga diundangnya bintang tamu yang cukup terkenal membuat banyak penggemar berbondong-bondong menghadiri acara tersebut.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 02 Februari 2022 - 10:06 WIB
WowKeren - Konser Tri Suaka di Subang, Jawa Barat, pada Minggu (30/1) kini tengah ramai disorot lantaran dinilai melanggar protokol kesehatan. Pemerintah Kabupaten Subang bahkan memberikan sanksi tegas dengan menutup Taman Anggur Kukulu yang menjadi lokasi konser tersebut.
Belakangan diketahui bahwa pihak pengelola Taman Anggur Kukulu awalnya menyatakan bahwa acara tersebut adalah kegiatan silaturahmi dengan mengundang penyanyi Tri Suaka, Nabila, dan Zidan. Oleh sebab itu, konser musik yang digelar di Taman Anggur Kukulu membuat Kapolres Subang AKBP Sumarni merasa kecewa dengan pihak pengelola.
"Saya sangat kecewa dengan kegiatan yang dilaksanakan pengelola tempat wisata taman anggur. Bilangnya kegiatan silaturahmi, tapi pelaksanaannya kegiatan tersebut konser musik," ungkap Sumarni di Mapolres Subang. "Oleh karena itu, (pengelola) Taman Anggur Subang harus bertanggungjawab atas kejadian ini."
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Subang Maxi juga menyatakan bahwa acara tersebut tak sesuai dengan izin yang diajukan oleh pihak pengelola. "Awal mulanya menurut keterangan dari Ibu Kapolres (AKBP Sumarni) itu sebenarnya hanya memberikan izin silaturahmi serta pentas seni," paparnya.
Maxi menduga diundangnya bintang tamu yang cukup terkenal membuat banyak penggemar berbondong-bondong menghadiri acara tersebut. Dalam video yang dibagikan akun Instagram @kotasubang, tampak ribuan massa berkerumun di depan panggung dengan beberapa di antaranya terlihat tak memakai masker.
"Mungkin acara yang menghadirkan band dikagumi kaum milenial sehingga responnya pun terjadinya penumpukan banyak orang dan kerumunan akibat reaksi dari masyarakat," ujar Maxi.
Maxi menjelaskan bahwa pihaknya langsung melakukan rapat dan evaluasi agar kasus serupa tak kembali terulang. "Berdasarkan hasil evaluasi dan koordinasi, satgas langsung memberikan sanksi dengan penutupan sementara di objek wisata itu selama beberapa hari kedepan," tukasnya.
(wk/Bert)