Tri Suaka akhirnya buka suara menanggapi kehebohan konsernya di Subang beberapa hari lalu yang memancing kerumunan. Lewat Instagram, Tri Suaka menyampaikan hal ini.
- Marina Larasati
- Rabu, 02 Februari 2022 - 11:17 WIB
WowKeren - Musisi Tri Suaka menuai kontroversi usai mengadakan konser di Subang, Jawa Barat, pada Minggu (30/1). Hal itu lantaran konser yang diadakan di objek wisata Taman Anggur Kukulu memancing kerumunan para pengunjung yang ada di sana. Mengingat saat ini kondisi masih pandemi COVID-19,sebagian masyarakat Subang mengungkapkan kekecewaannya.
Terkait hal ini, Tri Suaka akhirnya muncul dan memberikan penjelasan. Penyanyi asal Yogyakarta itu mengaku sudah sangat lama bersabar untuk tidak mengadakan acara besar seperti itu. Jadi, konser pada hari Minggu lalu benar-benar membuatnya kembali merasa hidup karena bisa berinteraksi dengan fans secara langsung.
"Aku mau nanggepin perihal yang di Subang kemarin, banyak yang tag aku. Kita itu sudah dua tahun ya istilahnya nggak boleh mengadakan acara begitu," ujarnya di Instagram, Selasa (1/2).
Tri Suaka pun meminta kabar itu tidak dibesar-besarkan. Lagi pula, kedatangannya ke Subang, Jawa Barat, hanya karena undangan semata, bukan inisiatif membuat acara. Ia dan tim juga sudah melakukan vaksin untuk mem-protect diri.
"Menurut saya nggak usah terlalu digoreng lagi, nanti kalau digorang-goreng lagi, naik lagi. Kita juga kan sudah vaksin. Kita diundang untuk menghadiri sebuah acara, profesional kerja teman-teman," beber Tri Suaka.
Sementara itu, Tri Suaka diketahui tak hadir sendiri dalam gelaran konser tersebut. Ia ditemani dua rekannya, yakni Nabila Maharani dan Zidan. Video yang memperlihatkan "lautan manusia" di konser Tri Suaka cs di sosial media pun memicu kontroversi.
Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, Ruhimat, pun sudah memberikan sanksi tegas dengan menutup Taman Wisata Kukulu yang menjadi lokasi diadakannya konser tersebut. Instruksi penutupan itu tertuang dalam surat yang diteken oleh Bupati Subang, Ruhimat, yang keluar pada tanggal 31 Januari 2022.
Surat tersebut menyatakan bahwa pihak penyelenggara telah melanggar protokol kesehatan. Sehingga Taman Kukulu harus menutup tempat tersebut. Namun sayang, sanksi ini masih menimbulkan pro kontra lantaran tempat wisata tersebut hanya ditutup selama 3 hari. Mulai dari hari Selasa (1/2) hingga Kamis (3/2) besok.
(wk/lara)