Adapun salah satu indikator yang digunakan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS dalam menentukan tingkat Pemberitahuan Kesehatan Perjalanan adalah tingkat insiden negara tersebut.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 02 Februari 2022 - 12:49 WIB
WowKeren - Singapura dikategorikan sebagai negara "Level 4: Tingkat COVID-19 Sangat Tinggi" dalam daftar Rekomendasi Perjalanan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat pada 31 Januari 2022. CDC juga menyarankan warga AS untuk menghindari bepergian ke Singapura.
Adapun salah satu indikator yang digunakan CDC AS dalam menentukan tingkat Rekomendasi Perjalanan adalah tingkat insiden negara tersebut. Negara yang masuk Level 4 berarti memiliki lebih dari 500 kasus COVID-19 baru per 100 ribu penduduk selama 28 hari terakhir.
"Hindari bepergian ke destinasi-destinasi ini. Jika harus bepergian ke wilayah ini, pastikan Anda sudah divaksinasi penuh sebelum berangkat," demikian keterangan CDC AS untuk negara-negara Level 4.
Menurut laporan Reuters, CDC AS mengklasifikasi hampir 130 negara sebagai Level 4. Selain Singapura, ada Inggris, Spanyol, Swdia, Turki, hingga Italia yang dikategorikan CDC sebagai negara Level 4.
Sebelumnya pada 4 Januari 2022, CDC mengklasifikasikan Singapura masuk dalam kategori "Level Unknown: COVID-19 Unknown". Kala itu, CDC juga menyarankan warganya untuk bepergian ke Singapura.
Pada 5 Januari 2022, Menteri Kesehatan Ong Ye Kung menanggapi status tersebut dan menyatakan bahwa CDC AS tidak mengetahui soal angka tes pengawasan Singapura. Kemenkes Singapura pun disebut melibatkan kedutaan AS dan CDC AS untuk memberikan data yang diperlukan.
"Yang jelas kami tahu situasi kami dengan sangat baik," ujar Ong Ye Kung kala itu.
Menurut Ong, Singapura telah melakukan lebih dari 150 ribu tes PCR setiap minggunya. Ini berarti Singapura berhasil melakukan lebih dari 21 ribu tes PCR per harinya.
Singapura juga memiliki 145 stasiun pengujian air limbah di seluruh wilayahnya yang tersebar di tempat-tempat seperti perumahan, asrama, dan panti jompo. Ong Ye Kung mengungkapkan hanya "segelintir kecil" stasiun pengujian air limbah yang melaporkan keberadaan fragmen virus COVID-19.
"Jadi kami yakin angka kejadian COVID-19 di komunitas kami saat ini rendah dan stabil," tutur Ong.
(wk/Bert)