Segala persiapan menjelang pembukaan Olimpiade Beijing 2022 secara resmi pun telah dipersiapkan secara matang. Bahkan Presiden Tiongkok pun turut memberikan tanggapan.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 03 Februari 2022 - 14:08 WIB
WowKeren - Olimpiade Beijing 2022 secara resmi bakal dibuka pada Jumat (4/2) besok. Sementara itu, obor estafet yang disederhanakan pun telah mulai dijalankan mulai Rabu (2/2).
Mengenai perhelatan olahraga dunia itu, Presiden Tiongkok Xi Jinping pun turut memberikan tanggapannya. Xi Jinping mengatakan bahwa Olimpiade Beijing 2022 nantinya akan digelar secara sederhana, aman dan indah. Hal ini disampaikan Xi Jinping ketika Kepala IOC mengecam hantu boikot "membesarkan kepala jelek mereka lagi" atas kekhawatiran isu hak asasi manusia (HAM).
Sementara itu, dalam obrolan sesi dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC) di Ibu Kota Tiongkok melalui pesan video singkat, Xi Jinping mengatakan bahwa Tiongkok telah memainkan peran aktif dalam gerakan Olimpiade sejak menggelar Olimpiade Musim Panas 2008 silam.
Xi Jinping mengatakan untuk Olimpiade Musim Dingin kali ini, Tiongkok telah melibatkan 300 juta orang Tiongkok dalam olahraga musim dingin seperti yang dijanjikan sebelumnya.
"Dari 'Satu Dunia-Satu Mimpi' pada tahun 2008 hingga 'Bersama untuk Masa Depan Bersama' pada tahun 2022, China telah mengambil bagian aktif dalam gerakan Olimpiade dan secara konsisten memperjuangkan semangat Olimpiade," terang Xi Jinping dalam keterangannya, dikutip pada Kamis (3/2).
"Olimpiade Musim Dingin akan dibuka besok malam. Dunia mengalihkan pandangannya ke China dan China sudah siap," lanjut Xi Jinping. "Kami akan melakukan yang terbaik untuk menghadirkan Game yang efisien, aman, dan indah kepada dunia."
Beijing sendiri diketahui akan menjadi kota pertama yang menjadi tuan rumah Olimpiade edisi Musim Panas dan Musim Dingin, tetapi persiapannya terhambat oleh boikot diplomatik dan pandemi COVID-19. Adapun negara yang melakukan boikot itu di antaranya adalah Amerika Serikat (AS), Inggris, dan beberapa negara sekutu lainnya.
Negara tersebut memboikot Olimpiade Beijing 2022 dengan alasan atas isu HAM di Tiongkok. Di sisi lain, kelompok-kelompok HAM telah lama mengkritik IOC karena telah menganugerahkan Olimpiade kepada Tiongkok dengan alasan perlakuan negara tersebut terhadap Uyghur dan kelompok minoritas Muslim lainnya.
Atas isu tersebut, AS bahkan menyebutnya sebagai genosida. Namun Tiongkok telah membantah tuduhan tersebut. Presiden IOC Thomas Bach pun telah berulang kali membela pilihan organisasinya negara yang menyelenggarakan Olimpiade 2022.
(wk/tiar)