Angkatan Darat Amerika Serikat Mulai Berhentikan Para Tentara yang Tolak Divaksin COVID-19
U.S. Army photo/Markus Rauchenberger
Dunia

Tentara Angkatan Darat AS akan segera memberhentikan para tentaranya yang menolak mendapatkan vaksninasi COVID-19. Angkatan Darat menjadi pasukan terakhir yang memberlakukan mulai menjalankan kebijakan itu.

WowKeren - Pro dan kontra mengenai vaksinasi COVID-19 memang masih terus terjadi di berbagai negara di dunia. Bahkan tak jarang mereka berkumpul dan berdemo untuk menolak vaksin. Amerika Serikat pun kini makin tegas akan kebijakan vaksinasi COVID-19.

Sanksi keras diberikan kepada tentara AS yang menolak mendapatkan vaksin Covid-19. Para tentara angkatan darat Amerika Serikat atau U.S. Army akan segera diberhentikan dari tugasnya jiga tetap menolah divaksin COVID-19. Hal itu disampaikan langsung oleh pihak Angkatan Darat AS pada Rabu (2/2,

Langkah itu penting diambil untuk menjaga kesiapan tempur para tentaranya. Instruksi dari Angkatan Darat tersebut berlaku untuk tentara reguler Angkatan Darat, cadangan Angkatan Darat aktif dan taruna. Kecuali mereka telah menyetujui atau menunggu pengecualian.

Angkatan Darat jadi yang terakhir memulai kebijakan memberhentikan para pasukannya. Sementara militer AS yang lain telah mengeluarkan anggota dari pelayanan karena tidak divaksinasi di tengah pandemi. Hal ini mengikuti instruksi dari Pentagon yang sebelumnya sudah mewajibkan vaksin untuk semua anggota layanan sejak bulan Agustus tahun 2021 lalu.


Sementara itu, diketahui bahwa sebagian besar dari semua pasukan tugas aktif telah menerima setidaknya satu dosis. Selain itu, faktanya ada sekitar 79 personel militer berseragam di berbagai layanan telah meninggal dunia karena virus Corona.

Keputusan untuk memberhentikan pasukan yang menolak vaksin sangat dirasa perlu. Pasalnya, hal itu mengurangi risiko penularan saat masa pelatihan atau selama menjalankan tugas.

"Kesiapan tentara tergantung pada tentara yang siap untuk melatih, menyebarkan, berperang dan memenangkan perang bangsa kita. Tentara yang tidak divaksinasi menimbulkan risiko bagi pasukan dan membahayakan kesiapan," kata Sekretaris Angkatan Darat, Christine Wormuth.

Sementara itu, cabang lain dari militer Amerika Serikat, termasuk Angkatan Udara AS, diketahui sudah mulai mengeluarkan para tentara yang memilih untuk tidak menerima vaksin COVID-19. Di mana keputusan itu pertama kali diizinkan untuk penggunaan darurat pada Desember 2020.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait