Kim Jong Un menyebut Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 sebagai 'kemenangan besar' untuk Tiongkok dan menyatakan dirinya ingin meningkatkan hubungan antara negara mereka.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 04 Februari 2022 - 12:36 WIB
WowKeren - Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un telah mengirimi ucapan selamat kepada Presiden Tiongkok Xi Jinping atas pembukaan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022. Kim Jong Un menyebut Olimpiade Beijing sebagai "kemenangan besar" untuk Tiongkok dan menyatakan dirinya ingin meningkatkan hubungan antara negara mereka.
"Pembukaan Olimpiade Musim Dingin Beijing yang sukses terlepas dari krisis kesehatan di seluruh dunia dan keadaan parah yang belum pernah terjadi sebelumnya adalah kemenangan besar lainnya yang dimenangkan oleh Tiongkok sosialis," tutur Kim Jong Un dalam suratnya, menurut kantor berita negara Korut KCNA, Jumat (4/2).
Kim Jong Un mengatakan bahwa dirinya akan terus mengembangkan hubungan antara kedua pihak dan kedua negara ke tahap baru yang lebih tinggi. Hubungan antara Korut dengan Tiongkok disebutnya telah "direkatkan ke dalam hubungan strategis yang tak terkalahkan yang tidak akan pernah bisa dipatahkan oleh apapun dalam perjuangan untuk membela dan memajukan tujuan bersama".
Sebelumnya, Korea Utara telah menyatakan tidak akan menghadiri Olimpiade Beijing dalam surat yang dikirimkan otoritas olahraga pada Januari 2022 lalu. Alasannya adalah kekhawatiran akan risiko COVID-19 dan "kekuatan musuh" dari negara lain, meskipun mereka tidak menyebutkan negara tertentu.
Adapun atlet Korea Utara tidak memenuhi syarat untuk bersaing di bawah bendera nasional mereka setelah negara itu diskors Komite Olimpiade Internasional (IOC) hingga akhir 2022. Atlet Korea Utara mendapat skors karena gagal mengirim tim ke Olimpiade Musim Panas Tokyo tahun lalu, dengan alasan kekhawatiran COVID- 19.
Sebagai informasi, Tiongkok merupakan satu-satunya sekutu utama Korea Utara sejak keduanya menandatangani perjanjian pada tahun 1961. Sanksi internasional yang dijatuhkan untuk Korea Utara atas program senjata nuklir dan rudal balistik Pyongyang telah membuat negara tersebut lebih bergantung pada Beijing untuk perdagangan dan dukungan lainnya.
Setelah hampir dua tahun dari beberapa penutupan perbatasan paling ketat di dunia dalam pandemi, Korea Utara memulai kembali perdagangan terbatas dengan kereta api dengan Tiongkok bulan lalu. Meski demikian, Korea Utara mempertahankan lockdown hampir total pada perjalanan perbatasan lainnya.
(wk/Bert)