Ratusan wisatawan Thailand terjebak usai mengunjungi Gua Naka yang terkenal. Akses yang terbatas membuat para wisatawan kesulitan untuk turun dan keluar dari gua Naka.
- Amelia Nur Fatimah
- Selasa, 08 Februari 2022 - 15:34 WIB
WowKeren - Ratusan wisatawan di Thailand harus terjebak di gunung usai mengunjungi Gua Naka yang berada di wilayah Taman Nasional Phu Langka, Provinsi Bueng Kan pada Sabtu (5/2) lalu. Gua Naka merupakan salah satu destinasi wisata terkenal di Thailand.
Gua ini dikenal dengan batu raksasa dengan tanda seperti sisik dan bentuk yang terlihat seperti ular mistis, Naga. Masyarakat Thailand percaya bahwa Gua Naka adalah tempat suci untuk berharap keberuntungan. Terutama angka keberuntungan untuk lotere.
Pada hari Sabtu (5/2), banyak orang mengunjungi Gua Naka karena tanggal tersebut dianggap oleh banyak orang Thailand begitu suci dan kuat sehingga keinginan dapat terkabul. Ratusan orang mengunjungi Gua Naga itu pun berakhir terjebak di gunung karena harus antre menunggu untuk turun. Jumlah pengunjung pun sudah melebihi batas hingga banyak yang mengadu ke pemerintah provinsi.
Seorang reporter Thailand mengunjungi tempat itu pada hari yang sama mengatakan bahwa orang-orang masih turun secara bertahap hingga jam 9 malam. Seorang pengunjung menceritakan melalui wawancara bahwa mereka melakukan perjalanan ke Gua Naga pada pukul 07:30, mulai berjalan turun pada pukul 3 sore, tetapi baru mencapai tanah pada hampir pukul 9 malam.
Laporan di media Thailand juga mengatakan bahwa lebih dari 500 pengunjung berada di gua pada malam hari. Sementara pemandu wisata mengatakan sekitar seribu.
Banyak turis mengatakan bahwa tidak ada batasan pengunjung dan hanya memiliki satu jalur untuk berjalan. Salah satu yang menjadikannya masalah adalah banyak pengunjung berusia lanjut.
Para wisatawan juga mengeluh dan menyuruh gubernur provinsi untuk menyelesaikan masalah ini. Gubernur provinsi Bueng Kan Sanit Kaosa-ard memberitahu media Thailand bahwa dia telah meminta pemimpin Taman Nasional Phu Langka untuk mengatur ulang untuk menghindari situasi yang sama. Setelah itu, akan ada pertemuan dengan berbagai departemen untuk mencari solusi yang lebih baik.
Sementara itu, Menteri Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, Varawut Silpa-archa, mengatakan bahwa taman nasional sebenarnya memiliki batas pengunjung. Petugas Taman Nasional akan memeriksa bagaimana pihak berwenang mengelola situasi.
(wk/amel)