Kala Truk Aksi Protes Lumpuhkan Ottawa, Kanada Akhirnya Akan Cabut Pembatasan COVID-19
Dunia

Aksi protes atas pembatasan COVID-19 yang dilakukan oleh massa di Ottawa, belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Sehingga pemerintah Kanada berupaya untuk bisa menghentikan aksi protes itu.

WowKeren - Aturan pembatasan COVID-19 yang diterbitkan oleh pemerintah Kanada tampaknya memicu amarah publik sehingga massa turun ke jalan menyuarakan aksi protesnya. Konvoi truk massa pendemo ini pun disebut melumpuhkan Ibu Kota Kanada, Ottawa.

Sebelumnya, Wali Kota Ottawa hingga menetapkan keadaan darurat akibat aksi protes pembatasan COVID-19 tersebut. Hingga kemarin, belum ada tanda-tanda yang menunjukkan massa demo akan mundur.

Menurut mereka, beberapa provinsi di Kanada itu sudah waktunya untuk membatalkan pembatasan yang termasuk terberat di antara dunia. Di sisi lain, pihak berwenang pun berupaya untuk menghentikan aksi protes tersebut.

Melihat keadaan yang semakin tidak kondusif, Saskatchewan di barat negara itu dan mengatakan siap untuk mencabut semua pembatasan pandemi COVID-19 dengan Quebec dan Alberta juga menandakan rencana untuk melonggarkan tindakan.


Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Justin Trudeau yang satu hari sebelumnya mengeluarkan peringatan keras bahwa protes "harus dihentikan", tampaknya kini mulai luluh dan mengatakan bahwa ia mengerti "betapa frustasinya semua orang" dan bahwa "waktunya akan tiba ketika kita akan melakukannya, bisa santai."

Meski akan mencabut pembatasan COVID-19, Trudeau tetap menekankan bahwa mandat vaksinasi masih menjadi salah satu cara efektif dalam melawan pandemi. "Kita semua muak dan lelah dengan pembatasan, mandat, harus berkorban, (vaksinasi COVID-19) cara untuk menghindari pembatasan lebih lanjut," tutur Trudeau, dilihat pada Rabu (9/2).

Sebagai informasi, aksi protes atas pembatasan COVID-19 yang disebut sebagai "Konvoi Kebebasan" itu sendiri telah berjalan sejak Januari di Kanada Barat. Aksi ini diluncurkan dengan marah atas persyaratan agar pengemudi truk divaksinasi atau diuji, serta diisolasi ketika melintasi perbatasan AS-Kanada.

Merasa tidak mendapatkan kebebasan, maka massa turun ke jalan dan menyuarakan protesnya hingga memicu demonstrasi solidaritas di seluruh negeri dan luar negeri. Sampai akhirnya memaksa penutupan sementara jembatan utama AS, penyeberangan perbatasan darat internasional tersibuk di Amerika Utara.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait