Brand Gaun Pengantin Ukraina Ikut Produksi Rompi Tentara dan Pakaian Medis Imbas Invasi Rusia
pixabay.com/Ilustrasi/Greenstock
Dunia
Konflik Rusia dan Ukraina

Selain harus memenuhi pesanan internasional, perusahaan fashion Milla Nova yang produknya tersebar di 50 negara harus membuat pakaian untuk mendukung tentara di Ukraina.

WowKeren - Invasi Rusia terhadap Ukraina yang dimulai sejak 24 Februari lalu turut memberikan perubahan pada bidang bisnis fashion. Salah satu merek fashion Ukraina Milla Nova yang dikenal karena gaun pengantinnya kini turut memproduksi pakaian untuk tentara maupun pekerja medis.

Invasi Rusia tampaknya membuat perusahaan fashion tersebut makin sibuk. Betapa tidak, selain harus memenuhi pesanan pakaian dari negara-negara, perusahaan yang produknya tersebar di 50 negara harus membuat pakaian untuk mendukung perang yang berkecamuk di Ukraina.

CEO perusahaan Ulyana Kyrychuk sangat bertekad untuk terus mempertahankan bisnis meskipun banyak tantangan serius dari perang. "Seiring dengan membuat pengantin di seluruh dunia bahagia, kami fokus menyelamatkan negara kami," ujarnya.

Kepada CNN, Kyrychuk mengatakan tekah memproduksi 1.500 item. Ia menyebutkan bahwa perusahaannya bersedia menerima karyawan baru dari Ukraina timur yang baru-baru ini menjadi pengungsi. "Tujuan utama saya sebagai CEO adalah untuk melindungi orang dan memastikan masa depan mereka," katanya.


Kyrychuk mengatakan dia mulai menempatkan serangkaian rencana sebelum invasi Rusia ke Ukraina dan fokus untuk mendukung stafnya. Tak sedikit staf yang harus melakukan perjalanan panjang melalui Lviv, tempat perusahaan bermarkas, untuk menuju pabrik.

Mereka bekerja lembur untuk membantu membuat pakaian guna mendukung upaya pertahanan Ukraina, selain tugas rutin mereka. Kyrychuk mengonfirmasi semua karyawan dibayar pada bulan Februari dan tim manajemennya bekerja agar gaji karyawan terpenuhi.

Milla Nova saat ini mempekerjakan 600 pekerja. Mereka yang berbasis di Lviv diberi pilihan untuk pergi ke negara tetangga Polandia, di mana sebuah bengkel darurat didirikan di Warsawa setelah invasi. Sejauh ini 70 karyawan telah dievakuasi ke ibu kota Polandia. Sekitar 450 staf tetap di Lviv sementara yang lain telah membuat rencana sendiri untuk melarikan diri ke pedesaan atau keluar dari Ukraina.

Para penjahit di Polandia telah menjahit gaun edisi khusus bertema Ukraina dengan warna kuning dan biru. Kyrychuk mengatakan jika dia berencana untuk menjualnya dalam bentuk NFT demi mengumpulkan dana amal untuk Ukraina.

(wk/zodi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait