Rudy Salim sempat membocorkan momen Indra Kenz belanja mobil Tesla yang rupanya dibayar dengan sistem mencicil 10-11 kali. Tak cuma itu, Rudy membeberkan soal sifat Indra saat bertemu dirinya.
- Ria Susilo Wardhani
- Rabu, 23 Maret 2022 - 17:29 WIB
WowKeren - Pengusaha tajir sekaligus Presdir Prestige Motorcars, Rudy Salim, menjadi salah satu pihak yang terseret dalam masalah Indra Kenz. Rudy diperiksa sebagai saksi karena pernah menjual mobil Tesla pada Indra.
Setelah diperiksa oleh polisi, Rudy sempat buka suara kalau Indra membayar dengan cara mencicil. Sempat mengaku beli cash, terkuak jika Indra membayar 10-11 kali cicilan.
"Bukan kredit, bayarnya dicicil bertahap. Transfer berkala melalui Tokopedia itu dua kali Rp100 juta, Rp100 juta." kata Rudy pada detikCom. "Sisanya ditransfer berkali-kali. Rp100 juta, Rp100 juta, Rp50 juta, Rp200 juta, gitu-gitu deh."
Saat muncul di acara podcast Deddy Corbuzier, Rudy juga membocorkan Indra Kenz meminta izin untuk membuat konten seolah dirinya membeli sejumlah mobil mewah dari Rudy. Menyadari nama Indra yang cukup populer, Rudy pun tak mempermasalahkan. Ia bahkan awalnya berharap Indra akan membeli semua mobil yang seolah-olah ia pesan tersebut.
"Jadi mobil yang beli sama lu apa?" tanya Deddy. "Tesla doang bos, itu juga minta diskon, bilang begini-begini. Belinya lewat sales. Setelah dirundingkan sama marketing, mungkin dapat exposurenya. Ya udah, beneran viral kan, konten dikirim jam 3 pagi. Cuma gak dikirim jam 3 pagi juga. Kan harus inden. Cuma dikompilasi (video) jadi satu, diedit-edit." kata Rudy.
Diakui Rudy, gaya Indra memang terkesan songong. Meski begitu, Rudy tak menampik kalau Indra sebenarnya cukup sopan padanya.
"Gayanya memang songong. Tapi kalau ketemu orangnya gak songong," seru Rudy. "Ketemu saya gak sombong. Mungkin gak berani sombong kali."
Rudy juga sempat mengingatkan Indra agar mengubah imej songong ke arah yang lebih positif. Sayangnya nasihat Rudy agaknya cuma ditanggapi seadanya oleh Indra.
"Menurut saya (cara Indra bersikap sombong) salah. Saya bangun perusahaan 16 tahun, gak seterkenal dia sebulan. Kalau mau dibilang salah, mungkin salah terhadap sosial budaya. Tapi branding dia dapat," kata Rudy. "Dia ngomong sopan. Saya bilang, 'Kamu masih muda. Kapan kamu mau tobat gitu lho'. Switch deh, mungkin orang Indonesia akan memaafkan. Kalau melakukan tindakan sosial, berbuat baik. Malahan positioning dia lebih baik. Tapi dia bilang. 'Iya ko, iya ko'."
(wk/riaw)