Kerap Tak Disadari, Kenali Tanda-Tanda Kamu Butuh Healing
Pxhere
SerbaSerbi

Healing diperlukan bagi mereka yang menyimpan luka batin atau trauma masa lalu namun seringkali tak disadari. Berikut tanda Anda benar-benar butuh healing.

WowKeren - Healing atau proses penyembuhan luka di masa lalu sering disalahartikan sebagai liburan. Namun, arti healing ternyata tak sesederhana itu. Makna healing sebenarnya juga sudah sempat dibahas oleh WowKeren di artikel sebelumnya.

Keliru mengartikan healing ternyata dapat berdampak buruk. Pasalnya, sebagian orang memang ada yang benar-benar membutuhkan healing. Mereka yang tak paham jika dirinya butuh healing cenderung terus menyimpan luka di masa lalu. Kondisi seperti itu dapat memicu seseorang berperilaku menyimpang.


Pandangan itu disampaikan oleh Dosen Universitas Airlangga dari Departemen Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental Dr. Hamidah M.Si. "Luka secara tidak sadar ditimbun, kemudian ada trigger sedikit saja akan mencuat, seringkali tidak terkendali dan biasanya muncul dalam bentuk perilaku menyimpang," kata Dr. Hamidah.

Karena itu, proses healing sebaiknya ditangani secara tepat. Harapannya, seseorang bisa menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan. Lantas, bagaimana bila masih banyak orang tak sadar bahwa mereka butuh healing?

Nah, di artikel kali ini WowKeren akan mengulas tanda-tanda seseorang butuh healing. Yuk, simak artikel berikut ini.

(wk/Sisi)

1. Cemas Berlebihan


Cemas Berlebihan
Pxhere

Cemas berlebihan bisa menjadi pertanda bahwa Anda butuh healing. Apalagi bila gangguan cemas sudah mulai memengaruhi aktivitas sehari-hari. Hal itu turut dibenarkan oleh dokter spesialis kedokteran jiwa dr. Jiemi Ardian, SpKJ.

"Gangguan cemas perlu treatment kalau itu mulai mengganggu keseharian. Mengganggu keseharian seperti pekerjaan mulai terganggu, sekolah mulai terganggu, sosialisasi mulai terganggu. Nah, pada saat itu kita butuh pertolongan," kata dr. Jiemi Ardian, SpKJ.

2. Mudah Sensitif


Mudah Sensitif
Pixnio

Sensitif tentang hal-hal sepele juga bisa menjadi pertanda lainnya. Perasaan sensitif muncul saat Anda teringat kejadian masa lalu yang belum terselesaikan dengan baik. Pendapat itu disampaikan oleh psikolog Danang Baskoro.

"Segala hal yang membuat kita sensitif, terluka, tidak nyaman itu bisa dijadikan patokan untuk memahami diri kita sendiri. Contoh melihat satu fenomena, teman Anda biasa saja, tapi Anda marah banget. Artinya ada hal-hal belum finish yang mengingatkan pada peristiwa di masa lalu," kata psikolog Danang Baskoro.

3. Emosi Tak Stabil


Emosi Tak Stabil
Pixahive

Seseorang yang memiliki emosi tak stabil biasanya memendam luka batin. Ia akan mudah sedih dan senang secara bersamaan. Hal itu turut dibenarkan oleh entrepreneur sekaligus public speaker, Chandra Putra Negara.

"Anda bisa senang dan sedih di saat bersamaan. Barusan lima detik lalu ketawa tapi lima detik lagi bisa nangis. Kemudian 10 detik lagi bisa ketawa lagi. Nah, itu Anda mengalami luka batin," jelas Chandra Putra Negara.

4. Mudah Menangis


Mudah Menangis
Maxpixel

Mudah menangis tanpa sebab juga perlu diwaspadai. Mereka yang mudah menangis terindikasi mengalami depresi, kecemasan atau traumatis yang perlu ditangani secara professional. Hal demikian juga disampaikan oleh dr. Jiemi Ardian, SpKJ.

"Bisa jadi kita mengalami gangguan depresi, kepribadian atau bahkan kecemasan, post traumatis. Hal ini bisa menimbulkan perasaan yang intens termasuk kesedihan. Tiba-tiba menangis tanpa alasan dan itu butuh ditangani secara profesional," ujar dr. Jiemi Ardian, SpKJ.

5. Suka Menyalahkan Diri Sendiri


Suka Menyalahkan Diri Sendiri
Peakpx

Sikap kerap menyalahkan diri sendiri biasanya muncul saat seseorang mengalami trauma masa lalu terkait penyesalan yang berlebih. Seperti yang disampaikan SKWAD Health.

"Ketika kamu mengingat kejadian yang traumatis, kamu akan menganggap bahwa kejadian itu adalah kesalahan kamu. Rasa penyesalan membuatmu akan terus merasa bahwa kamulah yang melakukan suatu kesalahan," dikutip dari kanal YouTube SKWAD Health.

6. Sulit Memaafkan Kesalahan Orang Lain


Sulit Memaafkan Kesalahan Orang Lain
Piqsel

Sulit memaafkan orang lain juga pertanda Anda memiliki luka batin. Itu mengapa, healing diperlukan untuk melepas beban emosi di masa lalu. Anjuran itu lagi-lagi disampaikan oleh dr. Jiemi Ardian, SpKJ.

"Sulit memaafkan bisa menjadi tanda kamu mengalami luka batin yang diakibatkan beban memori dan emosi yang terus-menerus berulang di pikiran karena kejadian di masa lalu," papar dr. Jiemi Ardian, SpKJ.

7. Menjauh Dari Lingkungan Sosial


Menjauh Dari Lingkungan Sosial
Pxfuel

Trauma psikologis biasanya membuat penderitanya menjauh dari lingkungan sosial. Penulis sekaligus peneliti Jeanne Segal, Ph.D dari Help Guide pun menyarankan agar penderita trauma psikologis berhenti menyendiri.

"Mereka yang mengalami trauma psikologis cenderung menarik diri dari orang lain. Berusahalah untuk mempertahankan hubungan sosial dengan orang lain dan hindari menghabiskan terlalu banyak waktu sendirian," kata Jeanne Segal, Ph.D.

So, sobat WowKeren pernah atau sedang mengalami tanda-tanda di atas? Bila benar begitu, disarankan untuk segera mencari tahu bagaimana penanganan healing yang tepat ya. Kalian juga bisa membaca cara-cara penanganan healing yang tepat di artikel WowKeren selanjutnya. Nantikan ya! See you.

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait