Krisis Ekonomi Makin Parah, Ratusan Orang Serbu Rumah Presiden Sri Lanka
Dunia

Sebagai informasi, Sri Lanka telah berada dalam krisis ekonomi terburuk sejak kemerdekaan pada tahun 1948. Negara tersebut bahkan mengumumkan pemadaman listrik nasional bergilir selama 13 jam setiap harinya.

WowKeren - Ratusan orang mencoba menyerbu rumah Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa pada Kamis (31/3). Mereka menuntut pengunduran diri Rajapaksa di tengah krisis ekonomi Sri Lanka yang makin memburuk.

Sebagai informasi, Sri Lanka telah berada dalam krisis ekonomi terburuk sejak kemerdekaan pada tahun 1948. Negara tersebut bahkan mengumumkan pemadaman listrik nasional bergilir selama 13 jam setiap harinya, berlaku mulai Kamis kemarin. Selain itu, banyak rumah sakit yang menangguhkan operasi rutin setelah kehabisan obat-obatan.

Di luar rumah Presiden Rajapaksa di pemukiman Mirihana, Kolombo, pasukan anti huru hara memukul mundur para demonstran setelah mereka memblokir jalan-jalan selama lebih dari dua jam. Polisi juga sempat menembakkan gas air mata dan meriam air ke arah massa.

"Saya tidak bisa pulang karena daerah kami dibarikade," kata seorang warga kepada AFP. "Orang-orang berteriak agar presiden dan keluarganya mundur."


Menurut sumber resmi, Presiden Rajapaksa tidak berada di dalam rumah selama protes berlangsung. Dalam video yang dibagikan ke media sosial, tampak massa yang terdiri dari pria dan wanita berteriak "orang gila, orang gila pulang". Mereka menuntut mundurnya seluruh anggota keluarga Rajapaksa yang berkuasa.

Diketahui, kakak Presiden Rajapaksa, Mahinda, menjabat sebagai Perdana Menteri Sri Lanka. Sedangkan saudara bungsunya, Basil, memegang portofolio keuangan. Kakak laki-laki tertua Rajapaksa, Chamal, menjabat sebagai Menteri Pertanian, sementara keponakannya Namal memegang jabatan kabinet untuk olahraga.

Di sisi lain, negara dengan populasi 22 juta orang ini mengalami krisis ekonomi parah yang dipicu oleh kekurangan mata uang asing untuk membayar bahkan impor yang paling penting. Bahan bakar diesel yang mayoritas digunakan untuk bus dan kendaraan komersial dilaporkan tak tersedia di SPBU di seluruh Sri Lanka pada Kamis kemarin hingga melumpuhkan transportasi umum.

"Kami menyedot bahan bakar dari bus yang ada di garasi untuk diperbaiki dan menggunakan solar itu untuk mengoperasikan kendaraan yang bisa diservis," kata Menteri Perhubungan Dilum Amunugama.

Kekurangan solar memang telah memicu kemarahan di seluruh Sri Lanka dalam beberapa hari terakhir. Namun sejauh ini protes yang terjadi di kota-kota tidak ditujukan pada pemimpin puncak mana pun, hingga akhirnya massa menggeruduk rumah sang Presiden pada hari Kamis.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait