Dalam surat yang dipublikasikan di akun Twitter-nya, Hamzah mengatakan apa yang dia lihat dalam beberapa tahun terakhir membuatnya sulit untuk mendukung kebijakan Yordania.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 04 April 2022 - 10:51 WIB
WowKeren - Pangeran Hamzah bin al-Hussein, mengumumkan pada Minggu (3/4) bahwa ia telah melepaskan gelar kerajaannya. Hamzah yang merupakan mantan pewaris takhta Yordania yang ditempatkan di bawah tahanan rumah tahun lalu, mengambil keputusan itu sebagai bentuk protes atas kebijakan Yordania saat ini.
Pada April lalu, Hamzah dituduh bahwa dirinya mencoba untuk mengacaukan kerajaan dalam plot yang diinspirasi oleh pihak asing. Namun, ia terhindar dari hukuman setelah berjanji setia kepada Raja Abdullah yang merupakan saudara tirinya.
Dalam surat yang dipublikasikan di akun Twitter-nya, Hamzah mengatakan apa yang dia lihat dalam beberapa tahun terakhir membuatnya sulit untuk mendukung kebijakan yang ditempuh oleh lembaga-lembaga Yordania. Prinsip yang ditanamkan oleh almarhum ayahnya, disebutnya tak sejalan dengan metode modern dari institusi yang ada di Yordania saat ini.
"Saya telah sampai pada kesimpulan bahwa keyakinan dan prinsip pribadi saya yang ditanamkan ayah saya (almarhum Raja Hussein) dalam diri saya tidak sejalan dengan jalan, arahan, dan metode modern dari institusi kami," tulisnya dalam surat yang berbahasa Arab tersebut.
Sebagaimana diketahui, Hamzah telah diangkat sebagai Putra Mahkota ketika Raja Hussein meninggal pada 1999 dan Abdullah menjadi raja. Namun, ia kehilangan gelar itu lima tahun kemudian ketika Abdullah mengangkat putranya sendiri sebagai ahli waris.
Ia juga telah ditempatkan sebagai tahanan rumah tahun lalu setelah membuat tuduhan tentang korupsi dan pemerintahan otoriter. Perseteruan itu mengguncang citra Yordania sebagai surga stabilitas di Timur Tengah yang tak terduga. Seorang mantan kepala penasihat kerajaan dan seorang bangsawan kecil kemudian dijatuhi hukuman 15 tahun penjara karena terlibat dalam rencana yang diduga untuk membawa Hamzah ke tampuk kekuasaan.
Bulan lalu, Hamzah mengeluarkan permintaan maaf dan berjanji untuk tidak bertindak melawan kepentingan penguasa Yordania. Pernyataannya pada hari Minggu mengatakan dia akan terus melayani Yordania dalam kehidupan pribadinya. Namun, ia tidak menyebut raja atau peran masa depan untuk dirinya sendiri.
(wk/zodi)