Oposisi Sri Lanka Tolak Tawaran Presiden untuk Satukan Pemerintahan Atasi Krisis
Dunia

Persatuan Kekuatan Rakyat atau (SJB), yang merupakan aliansi politik oposisi terbesar di negara itu menolak usulan presiden yang ingin menyatukan pemerintahan.

WowKeren - Protes anti pemerintah masih terus berlanjut di Sri Lanka. Warga memprotes pemerintah atas krisis ekonomi yang terjadi di negara itu, yang disebut-sebut berada dalam level terburuk yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Oposisi negara itu pun menolak undangan dari presiden untuk membentuk pemerintah persatuan. Mereka justru mendesak presiden untuk segera mengundurkan diri terkait krisis yang kian memburuk terutama dalam hal kekurangan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.

Tuntutan itu datang pada Senin (4/4) ketika protes terhadap pemerintah meluas dan memperdalam ketidakpercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Gotabaya Rajapaksa. Di hari yang sama itu pula, kantor presiden mengatakan "mengundang semua partai politik yang diwakili di parlemen untuk bersama-sama menerima portofolio menteri dalam rangka mencari solusi untuk krisis nasional ini."

Persatuan Kekuatan Rakyat atau Samagi Jana Balawegaya (SJB), yang merupakan aliansi politik oposisi terbesar di negara itu menolak usulan tersebut. Pejabat tinggi SJB Ranjith Madduma Bandara mengatakan kepada kantor berita The Associated Press bahwa rakyat ingin presiden mundur.


"Negara ini ingin Gotabaya dan seluruh keluarga Rajapaksa pergi," tegasnya. "Dan kami tidak dapat melawan kehendak rakyat dan kami tidak dapat bekerja bersama para koruptor."

Seruan serupa juga digaungkan oleh Front Pembebasan Rakyat (JVP) sayap kiri yang mendesak Rajapaksa dan keluarganya yang berkuasa untuk segera mundur. "Dia benar-benar gila untuk berpikir bahwa anggota parlemen oposisi akan menopang pemerintahan yang sedang runtuh," kata anggota parlemen JVP Anura Dissanayaka kepada wartawan di Kolombo.

Sebelumnya, semua 26 menteri kabinet telah menyerahkan surat pengunduran diri mereka secara massal pada Minggu (3/4). Itu terjadi saat ribuan orang menentang keadaan darurat dan jam malam di seluruh negeri dan bergabung dengan protes jalanan untuk mengecam pemerintah.

Dua saudara Rajapaksa yakni Menteri Irigasi Chamal Rajapaksa dan Menteri Keuangan Basil Rajapaksa termasuk di antara mereka yang mengundurkan diri, bersama dengan putra perdana menteri, Menteri Olahraga Namal Rajapaksa.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait