Presiden Ukraina Bakal 'Mengadu' ke PBB Atas Dugaan Kesengajaan Rusia Bunuh Warga Sipil di Bucha
AFP/Sergei Supinsky
Dunia

Banyaknya mayat dengan kondisi tragis yang ditemukan di wilayah sekitar Ibu Kota Ukraina, Kyiv, disebut sebagai bukti pembunuhan terhadap warga sipil yang dilakukan Rusia. Ukraina pun tampaknya tak tinggal diam.

WowKeren - Belakangan beredar foto-foto mayat dengan kondisi tragis yang berada di Bucha, Ukraina. Bahkan atas hal ini, Ukraina menuding Rusia telah melakukan kejahatan genosida.

Akan tetapi, Rusia telah membantah foto-foto mayat di Bucha itu merupakan ulahnya. Namun pada sebuah foto satelit menunjukkan hal berbeda dan berbanding terbalik dengan bantahan Rusia.

Atas pembunuhan di Bucha, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy lantas berencana untuk berbicara kepada para diplomat Dewan Keamanan PBB dengan semakin banyaknya bukti bahwa pasukan Rusia dengan sengaja membunuh warga sipil, banyak dari mereka ditembak di pekarangan, jalan-jalan dan rumah-rumah, serta tubuh mereka dibiarkan di tempat terbuka.

Adapun rencana pembicaraan itu akan disampaikan Zelenskyy pada Selasa (5/4). Sementara penarikan Rusia dari kota-kota yang berada di sekitar Ibu Kota Ukraina, Kyiv, mengungkapkan mayat-mayat itu, berujung pada seruan untuk sanksi yang lebih keras terhadap Kremlin, terutama penghentian impor gas dan minyak dari Rusia.


Sementara reaksi keras juga ditunjukkan oleh Jerman dan Prancis, di mana kedua negara tersebut mengusir puluhan diplomat Rusia, yang diduga sebagai mata-mata. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan bahwa Pemimpin Rusia Vladimir Putin harus diadili atas kejahatan perang yang dilakukannya.

"Orang ini brutal, dan apa yang terjadi di Bucha keterlaluan," ujar Biden, mengacu pada kota di barat laut Ibu Kota Ukraina yang menjadi lokasi beberapa kengerian, dikutip Selasa (5/4).

Sementara itu, Duta Besar PBB untuk Inggirs yang memegang kursi Kepresidenan Dewan, Barbara Woodward, pada sesi Dewan Keamanan mengatakan bahwa penemuan mayat di Bucha diharapkan menjadi "depan dan tengah".

Terkait dengan rendana Zelenskyy untuk "mengadu" kepada Dewan Keamanan PBB itu muncul setelah menerima pengarahan dari Sekretaris Jenderal Antonio Gueterres, Kepala politiknya Rosemary DiCarlo, dan Kepala Kemanusiaan PBB Martin Griffiths, yang mencoba mengatur gencatan senjata. Sebelumnya, Griffiths diketahui telah bertemu dengan pejabat Rusia di Moskow pada Senin (4/4), dan akan mengunjungi Ukraina.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait