PBB: Perang Rusia-Ukraina Sebabkan Harga Pangan Meroket ke Level Tertinggi
pixabay.com/Ilustrasi/Catkin
Dunia

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB merilis laporan yang mengatakan jika Indeks Harga Pangan telah melonjak untuk bahan seperti sereal dan daging sejak perang dimulai.

WowKeren - Perang antara Rusia dan Ukraina tampaknya akan memberikan dampak panjang terhadap dunia. Setelah sebelumnya perang ini telah menyebabkan harga minyak global mengalami perubahan, kini imbasnya telah merambah ke harga pangan.

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) merilis laporan pada hari Jumat (8/4), mengatakan jika Indeks Harga Pangan telah melonjak untuk bahan seperti sereal dan daging sejak perang dimulai. Sejak PBB mulai melacak harga pangan di dunia pada tahun 1990 silam, harga pangan di seluruh dunia kali ini telah mencapai titik tertinggi yang menandai dampak lain dari invasi Rusia ke Ukraina.

Indeks Harga Pangan FAO melonjak 17,9 poin dari Februari hingga Maret, dengan rata-rata 159,3 poin bulan lalu. Laporan yang mengukur perubahan makanan internasional bulanan untuk komoditas berbeda, mengatakan beberapa item, seperti indeks harga sereal dapat dikaitkan langsung dengan konflik Ukraina. Indeks itu naik 17,1 persen di bulan Maret.

"Federasi Rusia dan Ukraina, jika digabungkan, masing-masing menyumbang sekitar 30 persen dan 20 persen dari ekspor gandum dan jagung global, selama tiga tahun terakhir," kata laporan itu. "Harga gandum dunia melonjak 19,7 persen selama sebulan, diperburuk oleh kekhawatiran atas kondisi panen di Amerika Serikat."

FAO mencatat kenaikan yang tinggi untuk harga jagung sebesar 19,1 persen setiap bulan, yang mana jumlah ini mencapai rekor tertinggi bersama dengan barley dan sorgum. Perang memaksa badan tersebut untuk menurunkan perkiraannya untuk perdagangan sereal dunia pada tahun pemasaran saat ini menjadi 469 juta ton, sebuah kontraksi dari level 2020/21.

"Perkiraan menunjukkan Uni Eropa dan India meningkatkan ekspor gandum, sementara Argentina, India, dan Amerika Serikat mengirimkan lebih banyak jagung," lanjut FAO. "Sebagian mengimbangi hilangnya ekspor dari wilayah Laut Hitam."

Kenaikan juga terjadi pada gula yang didorong oleh harga minyak mentah yang juga meningkat. Harga daging naik 4,8 persen yang merupakan tertinggi sepanjang sejarah. Indeks harga susu naik 2,6 persen selama sebulan terakhir dan 23,6 persen lebih tinggi dari Maret 2021.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait