Posisi Kim Garam di Foto Teaser Grup LE SSERAFIM Dipermasalahkan
Selebriti

Sementara banyak yang senang dengan foto teaser grup LE SSERAFIM yang dirilis, orang-orang menjadi marah ketika mereka menemukan bahwa Kim Garam berada di tengah.

WowKeren - Foto teaser grup LE SSERAFIM menuai banyak sorotan, baik positif maupun negatif. Source Music mendapat reaksi keras karena menempatkan Kim Garam di tengah foto grup.

Pada 10 April, Source Music merilis foto grup lengkap LE SSERAFIM, yang berisi keenam member yang telah diperkenalkan. Menurut Source Music, Kim Chaewon akan menjadi leader mereka.

Sementara banyak yang senang dengan foto grup, orang-orang menjadi marah ketika mereka menemukan bahwa Kim Garam berada di tengah. Kim Garam ditempatkan di tengah dalam tiga foto dalam empat foto yang dirilis.

Posisi Kim Garam di Foto Teaser Grup LE SSERAFIM Dipermasalahkan

Source: Kpopstarz

Orang-orang juga mencatat bahwa semua member lainnya mengenakan pakaian hitam dan putih dalam foto bertema tenis. Kim Garam, bagaimanapun, adalah satu-satunya member yang mengenakan gaun hijau, membuat penampilannya lebih menonjol.


Banyak orang yang percaya bahwa Miyawaki Sakura atau Kim Chaewon harus menjadi center. Namun faktanya justru Kim Garam lah yang sering terlihat berada di tengah.

Seperti diketahui, Kim Garam mendapatkan sentimen negatif dari publik karena kontroversi masa lalunya. Idol kelahiran 2005 itu dituduh melakukan bully di sekolah dan bersikap tak senonoh sebagai pelajar.

Teman sekelasnya di SMP menuduh Kim Garam melakukan kekerasan di sekolah. Mereka mengklaim idola itu akan mengancam junior jika mereka tidak menyapanya dengan baik dan akan minum dan merokok di bawah umur.

HYBE dan Source Music telah membantah klaim ini dan menyatakan mereka akan mengambil tindakan hukum terhadap mereka yang menyebarkan desas-desus. Namun, lebih banyak orang yang memberikan kesaksian menentang Kim Garam.

Teman-teman Kim Garam diduga turun ke media sosial untuk mengabadikan korban kekerasan sekolah Kim Garam sebagai orang yang bersalah. Selain itu, mereka menggunakan media sosial untuk menggertak korban secara online.

(wk/chus)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait