Daood Abdullah alami kecelakaan di Tol Paspro, sang kakak sekaligus eks personel Debu, Muhammad Saleem Ibn Daood ungkap kronologi kecelakaan yang menimpa sang adik.
- Eny Kartini
- Senin, 18 April 2022 - 17:12 WIB
WowKeren - Kecelakaan mobil baru-baru ini menimpa grup musik Islami Debu. Kecelakaan yang menimpa Debu tersebut diketahui terjadi di Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) pada Senin (18/4).
Dalam kecelakaan tersebut, dua orang tewas di tempat. Sementara Daood Abdullah yang merupakan drummer Debu kritis. Kakak Daood, Muhammad Saleem Ibn Daood sekaligus eks personel Debu lantas mengungkap kronologi kecelakaan yang menimpa sang adik.
“Jujur saya dapat kabar itu jam 01.30 pagi dan saya dengar itu kejadian jam 12an. Jujur saya udah sering kecelakaan, jadi rasanya langsung nangis, kaget juga, ini kan adik langsung, kita kan berenam, saya kembar nomer 5, Daood yang paling bungsu, tapi paling besar,” ujar Muhammad Saleem pada tim WowKeren di Tebet, Jakarta pada Senin (18/4).
Muhammad Saleem sendiri mengaku sudah lama tak bergabung dalam grup musik Debu. Meski begitu, ia mengaku tetap berkomunikasi dengan mereka. Namun baru-baru ini, ia malah mendapatkan kabar tak mengenakkan terkait sang adik.
“Sebenarnya saya udah lama nggak ikut Debu, udah 6 tahun. Tapi yang namanya adik kakak kita harus komunikasi terus. Jadi pas kejadian itu, adik saya telepon, tiba-tiba pengen telepon Daood dan yang angkat itu polisi dan bilang, ‘Lagi di jalan mau ke rumah sakit'. Jadi awalnya ada penipuan atau apa, tapi nggak lama kemudian di telepon dari rumah sakit dan kasih kabar,” kata Muhammad Saleem.
Saat kejadiaan, Daood rupanya disebut sedang tidur. Namun saat terbangun dari tidurnya, ia sudah mendapati truk dan mobil yang ditumpanginya rusak parah.
“Kalau pas kejadian itu, dia di mobil itu tidur. Pas kejadian itu tidak sadar, dia bangun sudah terjadi. Jadi dia lihat, maksudnya truknya masih ada, tapi tidak tahu yang mana, yang kena siapa,” jelas Muhammad Saleem.
“ Cuma tahu pas kejadian itu sampingnya itu ada dua orang yang meninggal atau apa saya tidak tahu. Mereka teriak, akhirnya dia seperti nyerahlah pasrah dan diem aja,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Muhammad Saleem mengaku tak mengenal sopir yang mengendarai mobil yang ditumpangi oleh sang adik. Ia hanya mengetahui jika dua korban yang meninggal dunia adalah sepasang suami istri. Sedangkan korban lain disebut mengalami luka yang tidak cukup parah.
“ Saya tidak sempat nanya Daood kenal sama supirnya atau nggak. Tapi yang lainnya dia kenal salah satunya yang suami istri itu, ada kerabatnya kalau ke Indonesia dia ajak Daood jalan,” beber Muhammad Saleem. “Korbannya yang parah itu yang meninggal dua suami istri sama Daood, yang lain ada luka tapi tidak parah,” timpalnya.
Muhammad Saleem sendiri mengaku sempat mendapatkan firasat sebelum kecelakaan yang menimpa Daood. Pasalnya di malam hari menjelang Daood kecelakaan, ia mengaku begitu rindu dengan adiknya itu.
“Oh ada. Kalau kita sebenernya semalam saya kepikiran karena terus terang semua masing-masing punya kesibukan namanya punya kerjaaan ini, saya bilang saya kangen sama Daood. Semalam saya minta petunjuk kenapa nih tiba-tiba kejadian ini,” ujar Muhammad Saleem. “Saya nggak tahu alasannya apa mungkin supaya kita bisa menyatu kembali, saudara kan.”
(wk/enyk)