Penyusup tersebut diizinkan masuk dan menginap di mess petugas di Barak Victoria yang terletak hanya beberapa meter dari Kastil Windsor. Adapun Kastil Windsor merupakan tempat tinggal Ratu Elizabeth II.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 03 Mei 2022 - 11:52 WIB
WowKeren - Blunder keamanan terjadi kala Pengawal Kerajaan Inggris yang bertugas melindungi Ratu Elizabeth II mengizinkan seorang penyusup yang mengaku sebagai pendeta masuk ke barak mereka. Menurut media The Sun, penyusup tersebut diizinkan masuk dan menginap di mess petugas di Barak Victoria yang terletak hanya beberapa meter dari Kastil Windsor.
Awalnya, seorang pria yang mengaku sebagai pendeta mendekati pengawal yang ada di gerbang Barak Victoria. Tanpa menunjukkan identitas apa pun, pria tersebut diizikan masuk untuk makan dan minum di mess petugas.
"Pria itu muncul di gerbang pada sore hari dan mengatakan bahwa namanya adalah Pastor Cruise dan mengaku sebagai teman Padre Rev Matt Coles dari batalion," ungkap seorang sumber. "Dia diundang masuk dan ditawari sesuatu untuk dimakan di Mess Petugas."
Penipu tersebut menghabiskan malam dengan minum-minum dengan perwira senior sambil memutar cerita tentang bagaimana dia bertugas di Irak. Ia lantas ditawari untuk menginap di barak tersebut.
"Baru pada malam hari ketika dia mulai berbicara tentang bagaimana dia bekerja sebagai pilot uji kursi ejektor dan telah menyumbangkan beberapa organnya, orang-orang mulai curiga," ungkap sumber tersebut. "Tetapi bagaimanapun juga dia diizinkan menginap untuk malam itu."
Seorang sumber mengungkapkan bahwa peringatan akhirnya dibunyikan setelah pria itu diberi sarapan. Polisi dipanggil dan pria tersebut dinyatakan sebagai "fantasist", yakni seseorang yang terus-menerus berbohong tentang kehidupan dan pencapaian mereka untuk membuat mereka terdengar lebih menarik daripada yang sebenarnya. Ia pun dikawal keluar dari lingkungan Istana.
"Pemeriksaan dilakukan di pagi hari dan jelas orang ini bukan pendeta yang bonafid dan polisi dipanggil," ungkapnya.
Kementerian Pertahanan Inggris lantas melakukan penyelidikan mendesak terhadap pelanggaran keamanan yang mengerikan yang memungkinkan penguntit itu untuk berada di lingkungan Istana selama hampir 16 jam. Ratu Elizabeth sendiri diketahui menghabiskan masa Paskah di Sandringham dan kembali ke Kastil Windsor hanya beberapa jam setelah pria tersebut dikeluarkan.
Seorang juru bicara Angkatan Darat mengatakan bahwa pihaknya menanggapi pelanggaran keamanan ini dengan sangat serius. Mereka juga akan menyelidiki kasus tersebut secara menyeluruh sebagai prioritas.
"Insiden ini sekarang menjadi bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung dan oleh karena itu tidak pantas untuk berkomentar lebih lanjut saat ini," katanya.
Sementara itu, juru bicara Polisi Lembah Thames mengatakan pihaknya menerima laporan tentang seorang penyusup di Barak Victoria di Sheet Street, Windsor, pada pukul 09.20. "Petugas datang dan mengeluarkan penyusup dari barak. Tidak ada tindakan lebih lanjut yang diperlukan," tukasnya.
(wk/Bert)