Sebagai informasui, sekitar 67 juta orang Filipina telah mendaftar untuk memberikan suara mereka dalam pemungutan suara yang digelar selama 13 jam pada Senin (9/5) hari ini.
- Bertilia Puteri
- Senin, 09 Mei 2022 - 08:48 WIB
WowKeren - Masyarakat Filipina mengikuti pemungutan suara Pemilihan Presiden pada Senin (9/5) hari ini. Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr. yang merupakan putra mantan diktator Ferdinand Marcos menjadi salah satu pesaing utama dalam Pilpres Filipina tahun ini.
Diketahui, Ferdinand Marcos digulingkan dalam pemberontakan "Kekuatan Rakyat" yang didukung tentara pada tahun 1986 silam. Meski demikian, Marcos Jr. sang putra kini unggul dalam survei pra-pemilihan.
Pesaing kuat lainnya, yakni Wakil Presiden Leni Robredo, terkejut dan marah atas kemungkinan "Marcos lain" merebut kembali kursi kekuasaan di Filipina. Robredo pun memanfaatkan pasukan sukarelawan kampanye untuk mendukung pencalonannya. Sedangkan delapan kandidat lainnya, termasuk mantan bintang tinju Manny Pacquiao hingga Wali Kota Manila Isko Moreno telah tertinggal jauh di belakang dalam survei preferensi pemilih.
Sementara itu, Sara Duterte yang merupakan putri Presiden Rodrigo Duterte telah memimpin survei sebagai calon Wakil Presiden Marcos Jr. Ikatan itu telah menggabungkan kekuatan suara dari kubu politik utara dan selatan mereka yang terpisah, meningkatkan peluang mereka untuk menang namun menambah kekhawatiran para aktivis hak asasi manusia (HAM).
"Sejarah mungkin terulang jika mereka menang," ungkap seorang pekerja HAM bernama Myles Sanchez. "Mungkin ada pengulangan darurat militer dan pembunuhan narkoba yang terjadi di bawah orangtua mereka."
Sanchez mengatakan bahwa orang-orang terkasih dari dua generasi keluarganya telah menjadi korban kekerasan dan pelanggaran yang menandai era darurat militer di bawah perang narkoba Marcos dan Duterte. Neneknya dilecehkan secara seksual dan kakeknya disiksa oleh pasukan kontra-pemberontakan di bawah Marcos pada awal 1980-an di desa pertanian miskin mereka di provinsi Leyte Selatan.
Sedangkan di era Duterte, saudara laki-laki, saudara perempuan, saudara ipar Sanches secara salah telah dikaitkan dengan narkoba ilegal. Kepada The Associated Press, Shancez mengatakan bahwa mereka telah dibunuh secara terpisah.
Ia menggambarkan pembunuhan saudara-saudaranya sebagai "mimpi buruk yang telah menyebabkan rasa sakit yang tak terkatakan". Oleh sebab itu, Shancez memohon kepada masyarakat Filipina untuk tidak memilih politisi yang secara terbuka membela pembunuhan yang meluas atau dengan mudah mengabaikannya.
Di sisi lain, sekitar 67 juta orang Filipina telah mendaftar untuk memberikan suara mereka dalam pemungutan suara yang digelar selama 13 jam. Periode tersebut satu jam lebih lama dibanding pemilihan paruh waktu pada 2019 karena antrian diperkirakan lebih lambat imbas social distancing dan pembatasan COVID-19 lainnya.
Pemenang Pilpres Filipina tahun ini akan mulai menjabat pada 30 Juni mendatang. Mereka akan menjalani masa jabatan tunggal selama enam tahun.
Selain kursi kepresidenan, lebih dari 18.000 jabatan pemerintah diperebutkan. Termasuk setengah dari 24 anggota Senat, lebih dari 300 kursi di DPR, serta kantor-kantor provinsi dan lokal di seluruh negeri yang berpenduduk lebih dari 109 juta itu.
(wk/Bert)