Kepala Badan PBB Resign di Tengah Investigasi Dugaan Pelanggaran Investasi Dana Bantuan
Dunia

Kantor pengawas Badan Pengawasan Internal PBB telah menyelidiki kemungkinan pelanggaran di UNOPS terkait inisiatif Investasi dan Inovasi Infrastruktur Berkelanjutan.

WowKeren - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres pada Minggu (8/5) menerima pengunduran diri kepala badan PBB Grete Faremo. Dia merupakan direktur eksekutif Kantor Layanan Proyek PBB (UNOPS) yang sedang diselidiki karena berpotensi kehilangan jutaan dolar dalam investasi yang buruk.

Faremo mengajukan pengunduran dirinya setelah The New York Times menerbitkan sebuah artikel yang merinci bagaimana badan yang kurang dikenal itu dapat kehilangan hingga 25 juta dolar AS (Rp364 miliar) yang dimaksudkan untuk bantuan ke negara-negara berkembang.

"Merupakan hak istimewa saya untuk memimpin UNOPS," kata Faremo dalam sebuah pernyataan. "Saya terus bangga dengan pencapaian UNOPS dan pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya selama delapan tahun terakhir ini."

Kantor Guterres mengatakan kepala PBB telah menerima pengunduran diri Faremo, efektif segera. Mereka menunjuk Jens Mandel dari Denmark menjadi direktur eksekutif aktif UNOPS mulai Senin (9/5). "Sekjen berterima kasih atas komitmen dan dedikasi Bu Faremo untuk organisasi," kata pernyataan itu.


Kantor pengawas Badan Pengawasan Internal PBB telah menyelidiki kemungkinan pelanggaran di UNOPS terkait inisiatif Investasi dan Inovasi Infrastruktur Berkelanjutan yang dirancang untuk membantu mengatasi dua masalah pembiayaan dan inovasi sehubungan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB.

The Times melaporkan bahwa UNOPS telah memberikan puluhan juta dolar kepada seorang pria Inggris yang bisnisnya telah gagal membayar lebih dari 22 juta dolar dalam bentuk pinjaman. Dalam sebuah pernyataan dari pertengahan April, UNOPS mengatakan pihaknya mendapat tantangan dengan inisiatifnya dan menyebut bahwa dana sedang terancam tetapi hingga saat ini tidak ada yang hilang.

"UNOPS akan mengupayakan semua upaya hukum yang tersedia untuk melindungi operasi dan asetnya, termasuk pemulihan pembayaran terutang kepada UNOPS," katanya. "UNOPS berkomitmen untuk proses yang ketat dan komprehensif untuk mengatasi kemungkinan pelanggaran.

Faremo berharap keputusannya untuk mengundurkan diri dapat membantu memberikan perbaikan. "Saya berharap keputusan saya akan memungkinkan UNOPS untuk fokus pada pekerjaan vitalnya mengangkat kehidupan orang-orang yang rentan di seluruh dunia," ujarnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait