Terduga tersangka yang disebut merupakan pemimpin sekte tersebut telah ditahan oleh pihak berwenang Thailand. Pihak berwenang Thailand pun masih terus mendalami kasus tersebut.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 09 Mei 2022 - 16:55 WIB
WowKeren - Pada Minggu (8/5), polisi di Thailand diketahui melakukan penggerebekan di sebuah kuil yang disebut sebagai tempat pemujaan yang mengajarkan takhayul dan menyediakan pengobatan aneh untuk berbagai penyakit, di distrik Khon San di provinsi timur laut tengah.
Kuil itu sendiri diketahui berada di sebuah rumah jerami di tanah umum, Ban Kut Kaen di tambon Dong Klang dari distrik Khon San.
Dalam aksi penggerebekan tersebut polisi menemukan sebelas mayat di peti mati. Adapun penggerebekan itu dilakukan oleh pejabat administrasi lokal dan polisi, termasuk gubernur provinsi Kraisorn Kongchalad dan kepala polisi provinsi Kol Wattanachai Janthathum.
Tindakan penggerebekan kuil tersebut dilakukan oleh mereka berdasarkan informasi yang diberikan oleh Jeeraphan Phetkhao, alias Mor Pla, seorang tokoh lokal yang telah memimpin pihak berwenang untuk menangkap banyak biksu yang diduga terlibat dalam perilaku seksual dan pelanggaran lainnya.
Para pejabat akhirnya menahan tersangka yang diduga sebagai pemimpin sekte tersebut. Tersangka tersebut merupakan seorang pria tua dengan rambut putih panjang dan janggut. Polisi hingga saat ini belum merilis identitas tersangka tersebut.
Akan tetapi, tersangka tersebut kemudian diidentifikasi oleh wartawan sebagai Tawee Nanra (75) dari distrik Nong Rua Khon Kaen. Sementara itu, pengikut sekte tersebut mengatakan mayat dibawa ke sana untuk ritual mengirim mereka ke surga. Saat dimintai akta kematian, mereka hanya bisa menunjukkan surat kematian lima mayat.
Di samping itu, Kolonel Pol Wattanachai mengatakan tempat itu telah dibuka oleh sekelompok orang yang menganut aliran sesat yang menyebarkan kepercayaan takhayul. Selain itu, Pemimpin sekte itu juga mengobati pengikutnya karena berbagai penyakit. Di antaranya adalah menyuruh mereka meminum air seni, kotoran, dahak, dan ketombenya.
"Keluhan tentang praktik aneh di kuil telah disampaikan kepada Mor Pla, yang mengoordinasikan penggerebekan," ujar Pol dalam keterangannya, dikutip Senin (9/5).
Pol menerangkan bahwa terduga pemimpin aliran sesat itu dibawa ke kantor polisi Khon San, tetapi tidak didakwa. Namun polisi terus melakukan penyelidikan. Ia mengatakan keputusan tentang tindakan lebih lanjut apa yang akan diambil akan dibuat setelah pemeriksaan post-mortem dari 11 mayat.
Sementara itu, Gubernur Kraisorn mengatakan kegiatan di kuil, terutama perawatan aneh, tidak dapat diterima dan menjijikkan. "Pihak berwenang akan menyelidiki lebih lanjut apakah tempat itu masuk tanpa izin di lahan publik dan melihat kemungkinan pelanggaran hukum lainnya," ucap Kraisorn.
(wk/tiar)