Di Jepang sendiri, ada sekitar 7.000 bayi yang lahir prematur dengan berat kurang dari 1.500 gram per tahun. Sebanyak 5.000 di antaranya diperkirakan membutuhkan ASI donor.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 02 Juni 2022 - 17:51 WIB
WowKeren - Sebuah bank susu donor berskala besar telah dibuka di Tokyo sejak bulan April lalu. Dengan adanya bank ini, para ibu terbantu untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan bayi mereka yang lahir secara prematur.
Air Susu Ibu, atau ASI, adalah makanan penting bagi bayi yang baru lahir. ASI dapat meningkatkan sistem kekebalan bayi dan melindungi mereka yang lahir dengan berat badan kurang.
Namun sayangnya, banyak ibu yang melahirkan secara prematur sering mengalami kesulitan menyusui atau memproduksi ASI. Di Jepang, baru ada ada dua bank susu donor, termasuk Nippon Foundation Human Milk Bank.
Bank susu donor mengolah produk mereka dengan cara mempasteurisasi ASI. Tidak semua wanita bisa sembarangan menjadi donor. ASI ini disumbangkan oleh wanita terdaftar, kemudian ASI tersebut disimpan di dalam freezer.
Bank donor akan memasoknya ke NICU rumah sakit sesuai permintaan. Ada lebih dari 750 bank susu di lebih dari 60 negara. Adapun ibu-ibu yang mendaftar adalah mereka yang memproduksi lebih banyak ASI daripada yang diperlukan untuk memberi makan bayinya sendiri.
Nippon Foundation Human Milk Bank, yang dibuka pada 1 April, memiliki freezer yang mampu menyimpan hingga 5.000 liter susu. Jumlah ini cukup untuk memberi makan sekitar 4.000 bayi, per tahun. Tujuannya adalah agar setiap donor memasok susu lebih dari tiga kali atau lebih dari 3 liter.
Bank susu donor lainnya berada di kantor pusat Pigeon Corp., yang dapat menyimpan susu donor untuk menyediakan ASI bagi hingga 1.000 bayi per tahun. Sementara itu di Jepang sendiri, ada sekitar 7.000 bayi yang lahir prematur dengan berat kurang dari 1.500 gram per tahun. Sebanyak 5.000 di antaranya diperkirakan membutuhkan susu donor.
Mari Tanaka, direktur eksekutif Nippon Foundation Human Milk Bank mengatakan bahwa "kami memulai dengan awal yang baik" dengan sekitar 160 wanita terdaftar pada bulan April.
Masih ada sedikit rumah sakit Jepang di mana susu donor dapat diakses. "Kami ingin meningkatkan publisitas agar rumah sakit mengakui manfaat (susu donor)," kata Tanaka.
(wk/zodi)