Perusahaan Diagnostik Berlomba Masuki Pasar Kembangkan Tes Cacar Monyet, Seberapa Perlu?
Dunia

Perebutan ini dimulai bulan lalu, seperti awal 2020 ketika perusahaan bergegas membuat kit untuk membantu mendiagnosis COVID-19 yang menciptakan keuntungan miliaran dolar.

WowKeren - Setelah baru saja sedikit bernapas lega ketika wabah COVID-19 mulai mereda di sejumlah belahan dunia, kini sebuah wabah baru tengah memicu kekhawatiran di masyarakat. Adalah cacar monyet, wabah yang sudah mulai menyebar ke banyak negara.

Seakan tak ingin ketinggalan untuk memanfaatkan peluang yang ada, perusahaan diagnostik tengah berlomba untuk mengembangkan tes untuk cacar monyet. Pemerintah telah meningkatkan upaya untuk melacak wabah besar pertama di dunia dari infeksi virus di luar Afrika dan perusahaan pengembang berharap untuk memasuki pasar baru.

Adapun perebutan ini, melansir AFP, dimulai bulan lalu seperti awal 2020 ketika perusahaan bergegas membuat kit untuk membantu mendiagnosis COVID-19. Yang mana itu berhasil menciptakan keuntungan bernilai miliaran dolar bagi pembuat tes.


Namun melansir AFP, tampaknya permintaan tes untuk cacar monyet tidak akan seheboh COVID-19, mengingat cacar monyet tidak menular dan tidak berbahaya. Lesi yang disebabkan oleh infeksi pada umumnya bisa sembuh sendiri dalam beberapa minggu. Tidak seperti kemunculan COVID-19 yang tiba-tiba, sudah ada perawatan yang bisa mengekang penyebaran cacar monyet.

Roche, misalnya, telah menghasilkan 1,9 miliar franc Swiss (Rp28,5 triliun) dalam penjualan tes COVID-19 pada kuartal pertama. Analis Barclays Emily Field memperkirakan tes tersebut akan menghasilkan total 3 miliar franc Swiss (Rp45 triliun) untuk perusahaan pada tahun 2022. "Akan sangat sulit bagi pendapatan cacar monyet untuk mengimbangi ini dengan cara apa pun yang berarti," katanya.

Sejak awal Mei, sebanyak 30 negara telah melaporkan lebih dari 550 kasus monkeypox yang dikonfirmasi. Mayoritas berada di Eropa dan tidak terkait dengan perjalanan ke Afrika, tempat virus itu bersifat endemik.

Otoritas kesehatan masyarakat mencurigai beberapa tingkat penularan komunitas. Tidak ada kematian yang dilaporkan. Dr Daniel Bausch, Direktur Ancaman yang Muncul dan Keamanan Kesehatan Global FIND mengakui jika wabah ini cukup signifikan dalam skala cacar monyet. "Tetapi ratusan ribu tes belum diperlukan, seperti yang terjadi ketika COVID-19 muncul," paparnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait