Satu hari setelah Korea Utara meluncurkan rudal balistiknya, pasukan gabungan AS dengan Korea Selatan pun membalasnya dengan menembakkan delapan misil sekaligus.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 06 Juni 2022 - 20:55 WIB
WowKeren - Korea Utara hingga saat ini diketahui masih kerap melakukan peluncuran uji coba rudal miliknya. Peluncuran uji coba rudal itu pun memicu respons dari negara lainnya, seperti Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan.
Kekinian, diketahui bahwa satu hari setelah Korea Utara meluncurkan serangkaian misil, pasukan gabungan AS dan Korea Selatan membalas dengan delapan misil sekaligus yang dilakukan oleh mereka sendiri dalam latihan tembakan langsung pada Senin (6/6) pagi. Kemudian sekutu meluncurkan satu rudal Angkatan Darat AS dan tujuh rudal Angkatan Darat Korea Selatan dari timur laut negara itu ke laut, kata Pasukan AS Korea dalam sebuah pernyataan.
Dalam sebuah pernyataan tersebut, Korea Selatan menyebut bahwa latihan itu dimaksudkan untuk "menunjukkan kemampuan pasukan gabungan AS-ROK untuk merespons dengan cepat peristiwa-peristiwa krisis".
Sebelumnya, Korea Utara menembakkan delapan rudal balistik jarak pendek ke laut antara Korea dan Jepang dari empat lokasi berbeda pada Minggu (5/6). Hal ini disampaikan oleh Kepala Staf Gabungan Seoul.
Sejauh ini, Pyongyang diketahui telah melakukan 18 putaran uji coba senjata tahun ini, termasuk beberapa peluncuran rudal balistik antarbenua, dan Seoul serta Washington telah memperingatkan bahwa rezim rahasia itu siap untuk uji coba nuklir pertamanya sejak 2017.
Di sisi lain, AS dan Korea Selatan melakukan latihan tembak-menembak serupa pada 25 Mei lalu sebagai tanggapan atas uji coba rudal Korea Utara. Sementara itu, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol, yang mulai menjabat pada 10 Mei, telah berjanji untuk mengambil sikap yang lebih kuat terhadap Korea Utara.
Yoon pada Senin (6/6), memperingatkan bahwa ancaman dari negara tetangga bersenjata nuklir itu menjadi "lebih canggih". "Senjata nuklir dan rudal Korea Utara mencapai tingkat yang mengancam perdamaian tidak hanya di Semenanjung Korea, tetapi juga di Asia Timur Laut dan dunia," ujar Yoon dalam pidato yang menandai Hari Peringatan Korea Selatan.
"Pemerintah kami akan menanggapi dengan tegas dan tegas setiap provokasi dari Korea Utara," tegas Yoon. "Kami akan terus melengkapi diri dengan kemampuan keamanan. Kami akan memastikan tidak ada celah dalam melindungi kehidupan dan harta benda orang-orang kami."
(wk/tiar)