Hustle Culture yang dapat diartikan sebagai budaya gila kerja kerap terjadi di kalangan anak muda. Fenomena ini bisa sangat membahayakan jika terus dibiarkan, sehingga ada baiknya untuk mengenali ciri-ciri hingga dampaknya berikut ini.
- Jun 7, 2022
WowKeren - a. Tidak Pernah Puas pada Hasil Pekerjaan
Seseorang yang terjebak dalam situasi hustle culture cenderung merasa tidak pernah puas pada hasil pekerjaannya. Ia merasa harus mengejar kesempurnaan meskipun sudah dapat pujian dari atasan.
Selain itu, dia akan terus membanding-bandingkan hasil pekerjaannya dengan orang lain dan akan merasa stres jika ada yang lebih baik darinya. Pada akhirnya dia akan merasa sangat tertekan dan memacu dirinya untuk bekerja dengan lebih keras.
b. Merasa Bersalah Saat Istirahat
Pekerja yang menjalani gaya hidup hustle culture sering merasa bersalah ketika beristirahat. Mereka merasa harus selalu produktif, sehingga waktu istirahat dan liburan akan membuat mereka sangat cemas.
Kondisi fisik mereka sudah lelah, namun tetap saja pikirannya tak bisa lepas dari pekerjaan. Situasi ini akan semakin parah jika mereka terus memantau aktivitas rekan kerja saat sedang berlibur.
c. Punya Target yang Tidak Realistis
Memiliki target tertentu memang bagus untuk memotivasi diri sendiri. Namun beda cerita jika target yang kamu tetapkan berada di luar kemampuan alias tidak realistis.
Misalnya, kamu ingin naik jabatan ke posisi manajer meski berstatus sebagai fresh graduate yang baru bekerja selama satu bulan. Jika sudah demikian, artinya kamu terjebak dalam situasi hustle culture.
(wk/eval)