Presiden Gotabaya Rajapaksa mengatakan akan menyelesaikan masa jabatannya yang kurang dua tahun lagi, di tengah protes jalanan yang meluas selama berbulan-bulan.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 07 Juni 2022 - 09:24 WIB
WowKeren - Rakyat Sri Lanka yang tidak puas dengan pemerintahan Presiden Gotabaya Rajapaksa terus menyerukan agar pemimpin negara itu mundur dari kursi jabatannya. Meski demikian, Gotabaya tampaknya tak terpengaruh dengan seruan itu.
Dia mengatakan akan menyelesaikan masa jabatannya yang kurang dua tahun lagi, di tengah protes jalanan yang meluas selama berbulan-bulan. Meski begitu, Gotabaya memastikan bahwa dia tidak akan mencalonkan diri untuk pemilihan presiden berikutnya.
Dalam wawancara di kediaman resminya di Kolombo, Gotabaya mengatakan kepada Bloomberg, "Saya telah diberi amanat selama lima tahun. Saya tidak akan bertanding lagi."
Sebagaimana diketahui, Sri Lanka telah menderita krisis ekonomi yang buruk , bahkan terburuk dalam beberapa dekade. Pengunjuk rasa anti pemerintah menyalahkan krisis yang terjadi pada Gotabaya dan keluarganya yang berkuasa. Mereka menyalahkan keputusan pemerintah yang telah menyebabkan kekurangan parah di negara itu.
Masalah kekurangan di negara itu telah menjadi sorotan internasional selama beberapa waktu terakhir. Kekurangan terjadi di banyak hal mulai dari bahan bakar hingga obat-obatan yang mana kondisi itu memicu inflasi 40 persen dan memaksa default utang yang bersejarah. Rupee Sri Lanka bahkan telah kehilangan sekitar 82 persen selama setahun terakhir.
Sejak pertengahan Maret, ribuan pengunjuk rasa telah berkemah di luar kantor pantai presiden. Mereka mendesak Gotabaya untuk mundur ke kediaman resminya yang dibarikade sekitar satu kilometer jauhnya.
Kemunduran ekonomi terus memburuk hingga memicu kekacauan politik di negara itu. Perdana menteri negara itu, yang juga merupakan kakak Gotabaya, Mahinda Rajapaksa, mengundurkan diri. Pengunduran itu terjadi setelah bentrokan antara pendukung pemerintah dan para pengunjuk rasa menjadi berdarah pada bulan Mei.
Dia digantikan oleh Ranil Wickremesinghe. Saat ini, Gotabaya dan perdana menterinya tengah mencari sekitar 4 miliar dolar AS untuk bantuan tahun ini dari Dana Moneter Internasional dan negara-negara termasuk India dan Tiongkok.
(wk/zodi)