KFC Australia mengumumkan akan memasukkan kubis dalam burger dan menu mereka yang lain. Hal itu dilakukan sebagai dampak dari tingginya harga selada di Australia.
- Amelia Nur Fatimah
- Rabu, 08 Juni 2022 - 16:04 WIB
WowKeren - di Australia saat ini harga selada tengah meroket naik. KFC di Australia pada hari Selasa (7/6) mengatakan bahwa harga selada yang tinggi tersebut telah memaksa mereka untuk beralih ke campuran kubis dalam burger dan produk lainnya.
Alih-alih burger yang disajikan dengan selada, campuran selada dan kubis akan digunakan di seluruh restoran mereka di seluruh negeri. Perusahaan telah memberi tahu pelanggan mengenai kebijakan tersebut.
"Saat ini kami mengalami kekurangan selada. Jadi, kami menggunakan campuran selada dan kubis pada semua produk yang mengandung selada sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata perusahaan kepada pelanggan.
Setidaknya keputusan seperti ini merupakan yang kedua kalinya di tahun 2022 KFC Australia harus berurusan dengan komponen makanan pokok yang hilang. Pada Januari 2022, KFC Australia juga harus memotong item menu karena kekurangan ayam.
Perusahaan memberi tahu pelanggan: "Jika itu bukan selera Anda, cukup klik 'sesuaikan' pada produk pilihan Anda dan hapus selada dari resep".
Perubahan itu tentu bukan “kantong” (selera) sebagian pengguna media sosial. Mereka pun meninggalkan komentar kekesalan di media sosial.
"Fakta bahwa Anda mengganti selada dengan kubis membuat saya memikirkan kembali seluruh makanan saya di KFC. Ada 4 atau 5 hal lain yang akan saya makan sebelum kubis. Ini pilihan yang aneh," kata salah satu tweeter yang tidak puas. "Terasa seperti pertanda kiamat," sahut yang lain.
Gangguan rantai pasokan disebabkan oleh banjir besar di pantai timur Australia, yang memusnahkan sebagian besar tanaman selada pada awal 2022, kata perusahaan makanan cepat saji itu.Konsumen Australia sekarang harus membayar lebih banyak untuk bahan salad saat berbelanja bahan makanan. Sepotong selada gunung es berharga A$12 (S$11,90) sekarang, dengan keluhan muncul di media sosial.
Sementara itu, menurut peramal cuaca pemerintah, Abares, banjir yang berasal dari peristiwa iklim adalah penyebab kenaikan harga buah-buahan dan sayuran di Australia, pengekspor produk utama. Tetapi pakar rantai pasokan Flavio Macau dari Universitas, Edith Cowan mengatakan invasi Rusia ke Ukraina juga merupakan faktor, mendorong harga solar dan pupuk.
(wk/amel)