Peneliti telah mendeteksi ledakan radio cepat, atau FRB. Ledakan ini diyakini berasal dari galaksi kerdil yang terletak hampir 3 miliar tahun cahaya dari Bumi.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 09 Juni 2022 - 09:19 WIB
WowKeren - Galaksi Bima Sakti adalah rangkaian kecil dibanding luasnya alam semesta luar angkasa. Masih banyak misteri yang perlu dipecahkan oleh para ahli terkait luar angkasa, terutama kemungkinan adanya kehidupan di luar bumi.
Semburan kuat gelombang radio yang berasal dari galaksi kerdil jauh yang terdeteksi menggunakan teleskop besar di Tiongkok telah menggerakkan para ilmuwan lebih dekat untuk memecahkan apa yang disebut "misteri kosmik" yang telah bertahan selama bertahun-tahun. Fenomena itu ditemukan pada tahun 2007.
Sejak saat itu, para astronom berjuang untuk memahami apa yang menyebabkan fenomena ledakan radio cepat yang melibatkan denyut radiasi elektromagnetik frekuensi radio yang berasal dari tempat-tempat di dalam Bima Sakti dan galaksi lain. Gelombang radio itu memiliki panjang gelombang terpanjang dalam spektrum elektromagnetik.
Pada Rabu (8/6), para peneliti mengatakan jika mereka telah mendeteksi ledakan radio cepat, atau FRB. Ledakan ini diyakini berasal dari galaksi kerdil yang terletak hampir 3 miliar tahun cahaya dari Bumi. Sebagai informasi, satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam setahun yakni 5,9 triliun mil (9,5 triliun km).
FRB pertama kali terlihat pada tahun 2019 menggunakan teleskop FAST di provinsi Guizhou Tiongkok. Itu merupakan teleskop radio piringan tunggal terbesar di dunia, yang memiliki area penerima sinyal yang setara dengan 30 lapangan sepak bola. Penemuan itu kemudian dipelajari lebih lanjut menggunakan teleskop VLA di New Mexico.
Astrofisikawan Di Li dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok di Beijing mengatakan, "Kami masih menyebut ledakan radio cepat sebagai misteri kosmik dan memang seharusnya begitu.
Astronom Caltech dan rekan penulis studi Casey Law juga menjelaskan apa yang dimaksud dengan ledakan radio cepat, yang merupakan kilatan cahaya radio yang intens namun singkat. Kilatan ini sangat kuat bahkan bisa dilihat dari seluruh alam semesta.
"Ledakan berkedip dan mati dalam waktu sekitar satu milidetik, jauh lebih cepat daripada sekejap mata," ungkapnya. "Beberapa sumber FRB telah ditemukan memancarkan beberapa ledakan dalam apa yang tampak seperti badai aktivitas, tetapi yang lain hanya terlihat meledak sekali. "
(wk/zodi)