Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan bawah staf itu ditembak mati pada Rabu (8/6) saat mengendarai sepeda motornya di Mawlamyine di Negara Bagian Mon, dekat Thailand.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 10 Juni 2022 - 08:20 WIB
WowKeren - Perserikatan Bangsa-Bangsa buka suara terkait stafnya yang ikut jadi korban di Myanmar. Pada Kamis (9/6), badan dunia itu mengutuk penembakan fatal terhadap seorang karyawan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Myanmar timur.
Myo Min Htut adalah seorang yang bekerja sebagai driver untuk WHO selama lima tahun. PBB dan WHO mengatakan bawah staf itu ditembak mati pada Rabu (8/6) saat mengendarai sepeda motornya di Mawlamyine di Negara Bagian Mon, dekat Thailand.
Koordinator residen PBB Ramanathan Balakrishnan mengatakan PBB mengharapkan mereka yang membunuh Myo Min Htut untuk dimintai pertanggungjawaban. PBB juga menyerukan agar semua pihak dan pemangku kepentingan menghormati netralitas PBB dan kemanusiaan.
Berita kematian itu membuat WHO terkejut. Adapun penembakan itu merupakan yang terbaru dalam serangkaian pembunuhan yang menggarisbawahi kekacauan di negara itu sejak kudeta tahun lalu.
Kelompok hak asasi menyebut kekacauan di Myanmar saat ini sebagai sebagai pola kekerasan, pembalasan dan main hakim sendiri di Myanmar yang dikuasai militer. Setiap harinya, administrator lokal dan tersangka informan junta dibunuh setiap harinya.
Militer Myanamr telah menggulingkan pemerintah tahun lalu. Mereka terus menggunakan kekuatan yang mematikan untuk menekan demonstrasi dengan cara penangkapan massal.
Sejak saat itu, warga sipil ikut mengangkat senjata untuk melawan polisi dan tentara, menjawab panggilan bayangan Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) untuk pemberontakan rakyat.
Pasukan pertahanan rakyat anti-militer di Mawlamyine pendukung NUG mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan staf WHO tersebut. Mereka menuduh staf WHO tersebut sebagai informan junta dan melecehkan orang-orang yang bergabung dalam pemogokan dan protes terhadap kudeta tahun lalu.
Kelompok milisi Mawlamyine menegaskan bahwa mereka telah melakukan penyelidikan sendiri. Menggambarkannya sebagai informan dan menyebutnya anjing, kelompok itu berkata "Kami membiarkan dia pensiun dari dunia manusia ini."
(wk/zodi)