Mikrometeoroid seukuran debu telah menghantam salah satu bagian paling penting dari teleskop. Beruntung, teleskop tangguh James Webb masih bisa beroperasi.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 10 Juni 2022 - 09:48 WIB
WowKeren - Teleskop NASA yang paling kuat yang pernah diluncurkan ke luar angkasa baru-baru ini dihantam oleh batu ruang angkasa kecil yang meluncur melalui tata surya. Pada Rabu (8/6), NASA mengumumkan bahwa tabrakan dengan Teleskop Luar Angkasa James Webb terjadi antara 23 Mei dan 25 Mei.
Lembaga itu menambahkan bahwa serangan mikrometeoroid seperti ini memang peristiwa yang tidak dapat dihindari. Padahal, mikrometeoroid itu hanya berukuran kecil.
Mikrometeoroid seukuran debu menghantam salah satu bagian paling penting dari teleskop, salah satu dari 18 cermin berlapis emas yang mengumpulkan cahaya dari kedalaman alam semesta dan memantulkan cahaya itu ke arah instrumen yang mengumpulkan cahaya.
Teleskop Luar Angkasa James Webb baru diluncurkan pada 25 Desember lalu dan belum beroperasi penuh. Pembuatan teleskop ini menelan biaya sekitar 10 miliar dolar AS. Paul Geithner, wakil manajer proyek teknis di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA, mengatakan "Kami selalu tahu bahwa Webb harus menghadapi lingkungan luar angkasa."
Meskipun cerminnya rusak, para ilmuwan mengatakan bahwa teleskop masih dapat beroperasi pada kapasitas penuh. Geithner memastikan bahwa teleskop itu masih dapat bekerja karena para ahli telah merancangnya sedemikian rupa.
"Kami merancang dan membangun Webb dengan margin kinerja yakni optik, termal, listrik, mekanik untuk memastikannya dapat melakukan misi sains ambisiusnya," katanya melanjutkan. "Bahkan setelah bertahun-tahun di luar angkasa."
Penilaian awal menemukan bahwa kinerja instrumen masih melebihi semua persyaratan misi bahkan dengan kerusakan itu. "Pukulan terbaru ini bukan akibat dari hujan meteor dan saat ini dianggap sebagai peristiwa kebetulan yang tidak dapat dihindari," kata NASA dalam siaran pers.
Webb dibangun sebagai penerus Teleskop Luar Angkasa Hubble yang telah berusia puluhan tahun, yang dikirim ke luar angkasa pada 24 April 1990. Cermin utama teleskop Webb jauh lebih luas dari pendahulunya, sehingga memungkinkan untuk mengumpulkan lebih banyak cahaya dan mendapatkan pandangan yang lebih baik dari objek jauh.
(wk/zodi)