Seorang anak gadis berusia 8 tahun asal Malaysia tewas terlempar dari wahana hiburan di Australia. Dalam penyelidikan, kecelakaan itu terjadi akibat kelalaian dari sang operator.
- Amelia Nur Fatimah
- Jumat, 10 Juni 2022 - 15:39 WIB
WowKeren - Seorang gadis berusia delapan tahun 'dilempar' ke kematiannya di Royal Adelaide Show, sebuah karnaval tahunan di Australia Selatan. Kecelakaan itu terjadi setelah operator kendaraan mengabaikan instruksi keselamatan, menurut penyelidikan koroner.
Pada penyelidikan Rabu (8/6), Deputi Pemeriksa Negara,Ian White mengatakan bahwa kematian Adelene Leong dapat dicegah jika operator mematuhi persyaratan ketinggian pabrikan kendaraan. Menurut 7NEWS Australia , Adelene Leong telah mengunjungi pertunjukan tersebut saat berlibur bersama ibunya pada tahun 2014 lalu.
Saat dalam perjalanan "Airmaxx 360", dia terlepas dari pengekangan dan terlempar ke udara sebelum mendarat di tanah dengan kepala lebih dulu, di depan ibunya dan beberapa saksi. "Airmaxx 360" adalah wahana taman hiburan yang berputar sambil bergerak naik turun dengan kecepatan tinggi.
Terungkap bahwa Airmaxx telah beroperasi pada kekuatan maksimum dan kecepatan setidaknya 100km/jam ketika Leong terlempar keluar. Leong telah digantung dari kursinya terbalik dengan pergelangan kaki kirinya sesaat sebelum dikeluarkan. Dia meninggal karena banyak luka.
Menurut 7NEWS Australia , "Airmaxx 360" telah menjadi "yang pertama dari jenisnya" yang diimpor ke Australia saat itu, tetapi tidak menjalani proses pendaftaran desain yang diperlukan. Perjalanan itu dibeli oleh operator industri hiburan Jenny-Lee Sullivan dan suaminya Clinton Watkins, yang segera mendapati diri mereka berada di bawah tekanan keuangan setelah meminjam lebih dari AUD$1 juta (S$981.770) untuk pembelian itu.
Mereka dilaporkan memberlakukan persyaratan tinggi minimum 120cm untuk pengendara tanpa pendamping. Padahal pabrikan kendaraan merekomendasikan batas minimun 140 cm.
White mencatat bahwa pemilik kemungkinan sengaja menyembunyikan informasi dari otoritas terkait, untuk memperluas kelayakan pelanggan untuk naik Airmaxx. Leong sendiri memiliki tinggi 137cm pada saat kematiannya.
Menurut White, kematian Leong hari itu dengan demikian "tidak dapat dimaafkan", dan "dapat dan seharusnya dicegah". Pemeriksaan perjalanan yang dilakukan di pameran itu juga tidak memadai dan staf tidak terlatih dengan baik, menurut temuan koroner.
Insiden tersebut menyoroti perlunya reformasi mendesak dari wahana hiburan di Australia untuk diterapkan. Termasuk penerapan proses regulasi nasional, database nomor registrasi desain dan pemeriksaan yang lebih baik terhadap inspektur wahana.
Menurut The Mirror, Direktur Penuntutan Umum telah memilih pada tahun 2016 untuk tidak mengajukan tuntutan pidana terkait kematian Leong. Namun, Sullivan dan perusahaannya kemudian dihukum pada 2017 karena melanggar undang-undang kesehatan dan keselamatan di tempat kerja.
(wk/amel)