Tiongkok Beritahu AS Mereka Tak Akan Ragu Mulai Perang Atas Taiwan
Shutterstock
Dunia

Hal ini disampaikan Menteri Pertahanan Tiongkok Wei Fenghe saat mengadakan pertemuan tatap muka pertamanya dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Llyod Austin di Singapura pada Jumat (10/6).

WowKeren - Beijing mengaku tidak akan ragu-ragu memulai perang jika Taiwan mendeklarasikan kemerdekaan. Hal ini disampaikan Menteri Pertahanan Tiongkok Wei Fenghe saat mengadakan pertemuan tatap muka pertamanya dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Llyod Austin di Singapura pada Jumat (10/6).

Diketahui, Beijing memandang Taiwan sebagai wilayahnya dan telah berjanji akan merebut pulau itu suatu hari nanti, bahkan jika perlu dengan paksa. Ketegangan AS dan Tiongkok atas masalah tersebut telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

"Jika ada yang berani memisahkan Taiwan dari Tiongkok, tentara Tiongkok pasti tidak akan ragu untuk memulai perang berapa pun biayanya," demikian peringatan Wei kepada Austin menurut juru bicara Kemenhan Tiongkok Wu Qian.

Selain itu, Wei juga bersumpah bahwa Beijing akan "menghancurkan setiap plot 'kemerdekaan Taiwan' hingga berkeping-keping dan dengan tegas menjunjung tinggi penyatuan Tanah Air". Ia menekankan bahwa Taiwan adalah milik Tiongkok dan menggunakan Taiwan untuk menahan Tiongkok tidak akan pernah berhasil.


Sementara itu, Departemen Pertahanan AS mengatakan bahwa Austin menegaskan kembali pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat (Taiwan), serta penentangan terhadap perubahan sepihak terhadap status quo. Austin juga disebut meminta (Tiongkok) untuk menahan diri dari tindakan destabilisasi lebih lanjut terhadap Taiwan.

Di sisi lain, ketegangan di Taiwan telah meningkat belakangan ini. Terlebih karena meningkatnya serangan pesawat Tiongkok ke zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) pulau itu.

Adapun Presiden AS Joe Biden sempat mengatakan Washington akan membela Taiwan secara militer jika diserang oleh Tiongkok. Pernyataan yang disampaikan Biden dalam kunjungannya ke Jepang bulan lalu itu tampaknya melanggar kebijakan AS selama beberapa dekade.

Dengan meningkatnya kekhawatiran atas ketegangan Tiongkok-Taiwan, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida sempat mengeluarkan peringatan keras. "Ukraina hari ini, mungkin Asia Timur besok," ujarnya.

Menurut Kishida, dunia hari siap menghadapi munculnya entitas yang menginjak-injak perdamaian dan keamanan negara lain dengan kekerasan atau ancaman tanpa menghormati aturan. Ia memang tidak menyebut nama Tiongkok dalam pernyataannya itu. Namun ia berulang kali menyerukan agar "tatanan internasional berbasis aturan" ditegakkan.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait