Sebuah Kapal Terbalik di Perairan Laut Merah, Lebih dari 15 Ribu Domba Ikut Tenggelam
Pixabay/suju-foto
Dunia

Sebuah kapal terbalik dan akhirnya tenggelam di lepas pantai Laut Merah, Sudan. 15 ribu lebih domba yang diangkut kapal itu pun ikut jadi korban tenggelam.

WowKeren - Sebuah kapal di Sudan terbalik hari ini, Minggu (12/6). Kapal yang bermuatan penuh dengan ribuan domba terbalik itu terbalik hari ini di lepas pantai Laut Merah, Sudan. Alhasil kejadian itu pun telah menenggelamkan hewan-hewan di dalamnya.

Namun untungnya semua awak kapal selamat. Hal itu seperti yang disampaikan oleh pejabat pelabuhan. Kapal ternak itu sedang menuju dari pelabuhan Suakin di Sudan ke Arab Saudi ketika mengalami masalah di Laut Merah.

"Kapal Badr 1, tenggelam pada dini hari Minggu pagi. Itu membawa 15.800 domba, yang melampaui batas muatannya," kata seorang pejabat senior pelabuhan Sudan, yang berbicara tanpa menyebut nama, melansir Malaymail.com.

Sementara itu, pejabat lain yang mengatakan bahwa semua kru diselamatkan. Pejabat itu juga menyuarakan keprihatinan atas dampak ekonomi dan lingkungan dari kecelakaan itu.

"Kapal yang tenggelam akan mempengaruhi operasional pelabuhan. Kemungkinan besar juga akan berdampak pada lingkungan karena banyaknya kematian hewan yang dibawa oleh kapal tersebut," ungkap pejabat tersebut.


Sebelumnya, atau tepatnya bulan lalu, kebakaran hebat terjadi di area kargo pelabuhan Suakin. Insiden kebakaran yang berlangsung berjam-jam itu pun sukses menyebabkan kerusakan parah.

Namun hingga kini tampaknya masih belum jelas apa yang menyebabkan kebakaran tersebut. Investigasi telah diluncurkan untuk menentukan penyebab kebakaran, tetapi belum merilis temuannya.

Kota pelabuhan bersejarah Suakin tidak lagi menjadi pusat perdagangan luar negeri utama Sudan, peran yang telah diambil oleh Port Sudan, sekitar 60 kilometer jauhnya di sepanjang pantai Laut Merah.

Ada langkah untuk membangun kembali pelabuhan, tetapi kesepakatan 2017 dengan Turki untuk memulihkan bangunan bersejarah dan memperluas dermaga ditangguhkan setelah penggulingan presiden lama Omar al-Bashir.

Sudan tetap dicengkeram oleh krisis ekonomi kronis, yang semakin dalam setelah kudeta militer tahun lalu yang dipimpin oleh panglima militer Abdel Fattah al-Burhan. Pengambilalihan militer memicu tindakan hukuman, termasuk pemotongan bantuan oleh pemerintah Barat, yang menuntut pemulihan pemerintahan transisi yang dipasang setelah Bashir digulingkan.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait