Arie Kriting tak terima kala warga Papua lagi-lagi menjadi korban rasisme oleh kaum mayor. Kali ini, Arie dibuat geram dengan aksi Megawati Soekarnoputri yang bertindak rasis dalam pidatonya pada Rakernas PDIP.
- Marina Larasati
- Kamis, 23 Juni 2022 - 13:46 WIB
WowKeren - Ketua umum PDI Perjuangan atau PDIP, Megawati Soekarnoputri menuai beragam kritik usai melontarkan candaan mengenai warga Papua. Dalam pidatonya pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP, Megawati menceritakan candaannya dengan John Wempi Wetipo.
"Maaf ya, sekarang dari Papua itu kan hitam-hitam ya, kemarin ke Papua, aku mikirlah kok aku dewean yo (sendirian, ya)," ujar Megawati. "Makanya waktu kemarin saya bergurau dengan Pak Wempi, kalau sama Pak Wempi dekat nah itu dia kopi susu, tapi itu benar karena sudah banyak yang mulai blending, jadi Indonesia banget."
Tak sampai di situ, presiden RI ke-5 ini juga sempat mengucapkan kalimat yang dianggap menghina. Megawati mengenang soal dirinya yang pernah mematok untuk calon menantunya tidak seperti tukang bakso.
"Jadi ketika saya mau punya mantu, saya sudah bilang ke anak-anak yang tiga ini. Awas lho kalau nyarinya kayak tukang bakso, sorry ya,” seloroh Megawati Soekarnoputri.
"Jadi maaf, tapi bukannya saya apa. Maksud saya, manusia Indonesia ini kan Bhinneka Tunggal Ika. Ya maka harus berpadu. Bukan hanya tubuh dan perasaan. Tapi juga dari rekayasa genetika. Kita cari-cari gitu," sambungnya meluruskan.
Sontak aksi Megawati ini menuai kecaman dari netizen. Ada pula artis Arie Kriting yang ikut meberikan tanggapan perihal pernyataan Megawati yang katanya hanya bercanda itu. Pasalnya, tamu undangan yang hadir di sana juga ikut tertawa mendengar cerita Megawati.
Melalui akun Twitter pribadinya, Arie Kriting menyiratkan bahwa kata-kata yang diucapkan Megawati sangat rasis. Suami Indah Permatasari ini tampak geram dengan perangai Megawati yang masih bersikap superior.
"Kalau mau mewujudkan Bhineka Tunggal Ika, ya harus beragam. Nggak ada urusan orang kulit hitam harus kawin campur sama yang lain," tulis Arie Kriting dalam cuitannya, Kamis (23/6).
Kemudian Arie Kriting juga mempertanyakan letak kesalahan orang yang berkulit hitam dan menjadi tukang bakso. "Memangnya kenapa kalau orang kulitnya gelap? Memang kenapa kalau jadi tukang bakso?" lanjutnya tak habis pikir. "Perasaan sebagai ras superior ini kok ya masih dipelihara."
Selain Arie Kriting beberapa warganet juga menilai bahwa ucapan yang dilontarkan Megawati mengandung unsur rasis. Bahkan tagar "tukang bakso" pun mendadak trending di media sosial karena guyonan Megawati.
"Ketua partai yang slogannya 'partai wong cilik' ketika menertawakan pekerjaan wong cilik dan warna kulit wong cilik. Borjuis dan rasis," komentar netter. "Dengan menyebut kulit blending lebih 'Indonesia banget' ketimbang kulit hitam? Itu rasis bung namanya, bukan bhineka tunggal ika," sindir lainnya. "Pdhl rasis kok pada ketawa, Lucunya dimana yaa," timpal akun lain.
(wk/lara)