Meski 'Extraordinary Attorney Woo' mendapatkan reaksi hangat dari pemirsa, sebuah organisasi anti diskriminasi mengungkapkan fakta yang berbanding terbalik. Untuk itu, mereka merilis kartun satir mengenai situasi ini.
- Intan Maharani
- Selasa, 26 Juli 2022 - 13:51 WIB
WowKeren - Di tengah ketenaran "'Extraordinary Attorney Woo" baik di dalam maupun luar negeri, muncul kartun satir soal reaksi masyarakat terhadap penyandang disabilitas dalam drama versus kenyataan oleh organisasi anti diskriminasi. Adalah Solidaritas Melawan Diskriminasi Disabilitas (SADD) telah meminjam salah satu adegan di dalam drama untuk menyuarakan maksudnya.
Pada 26 Juli, SADD memposting ulasan dua potong kartun satir berjudul "Reaksi Berbeda" di akun-akun media sosial resmi merek. Muatan yang ditampilkan kartun satir tersebut meminjam salah satu adegan paling menyentuh di "Extraordinary Attorney Woo".
Dalam kartun yang dirilis, adegan dari "Extraordinary Attorney Woo" ditampilkan sebelah kiri. Gambar tersebut berisi kalimat ketika Woo Young Woo (Park Eun Bin) yang memiliki spektrum autis mengakui keterbatasannya dan bagaimana penonton bereaksi terhadap adegan itu. Seperti diketahui, adegan ini telah membuat banyak orang menangis dan menyatakan penyesalan atas situasi Woo Young Woo yang tidak bisa berdiri di pengadilan karena punya autisme.
Di sebelah kanan, gambar menunjukkan anggota SADD melakukan protes di kereta bawah tanah untuk memperjuangkan pergerakan penyandang disabilitas ditambahkan. KIali ini, bagian reaksinya sangat timpang dari adegan drama di mana kerumunan yang sama berkata, "Kamu sebaiknya tinggal di rumah. Mengapa menghalangi jalanku untuk bekerja?"
Setelah menyebutkan betapa populer "Extraordinary Attorney Woo", SADD menyoroti, "Melihat reaksi publik terhadap drama tersebut, para penyandang disabilitas mungkin mengembangkan mimpi akan sebuah dunia di mana mereka dapat hidup bersama dengan orang lain secara harmonis."
Kemudian mereka menambahkan bahwa kenyataannya, ketika orang dengan disabilitas melakukan protes meminta hak di kereta bawah tanah dalam perjalanan kerja, simpati masyarakat tidak terlihat. Selain itu, SADD mengklaim masih banyak orang yang mengkritik, mengejek, mengutuk orang dengan disabilitas bahkan kadang-kadang sampai melakukan ancaman kekerasan fisik.
SADD lalu melontarkan pertanyaan berbunyi, "Apakah suara yang menyerukan hak penyandang disabilitas untuk hidup bersama orang lain di masyarakat, bukan di fasilitas, tanpa diskriminasi gerakan/tenaga kerja di dalam masyarakat ini akan hilang setelah drama 'Extraordinary Attorney Woo' tamat?'"
Mereka lalu menyebutkan jika jawabannya adalah "ya", maka perasaan empati saat menonton "Extraordinary Attorney Woo" adalah kasihan atau amal saja. Menurut mereka, jika ingin bersikap sesuai dengan pesan drama tentang hidup bersama tanpa diskriminasi dan pengucilan maka pemirsa harus bisa melakukannya dalam kenyataan.
Selanjutnya, mereka menekankan jika suara-suara minoritas tidak bisa didengarkan kecuali jika mereka memblokir fasilitas umum seperti kereta bawah tanah, bus dan jalanan. Itupun harus dilakukan setiap hari.
"Jika anda ingin menunjukkan perubahan sikap, anda harus melampaui drama dahn bergabung dengan para penyandang cacat yang berusaha menciptakan perubahan secara langsung dalam kenyataan dan bersimpati dengan suara mereka," tutup SSAD.
(wk/inta)