Presiden kembali menyinggung mengenai inflasi yang saat ini tengah dihadapi oleh negara di dunia. Jokowi bahkan menyebut hal tersebut menjadi ketakutan tersendiri bagi semua negara.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 19 Agustus 2022 - 11:48 WIB
WowKeren - Dunia saat ini tengah menghadapi ketidakpastian global. Akibatnya, perekonomian negara di dunia pun mengalami kegoyahan yang tidak biasa. Banyak negara yang menghadapi inflasi tinggi.
Presiden Indonesia Joko Widodo pun lantas menyinggung mengenai inflasi. Jokowi bahkan menyebut inflasi saat ini menjadi persoalan yang ditakuti oleh berbagai negara. Tidak hanya itu, Jokowi juga mengungkapkan bahwa sejumlah negara saat ini mengalami inflasi lebih dari 5 persen.
Adapun negara yang telah mengalami inflasi lebih dari 5 persen, kata Jokowi, adalah Turki di angka 79 persen, Uni Eropa 8,9 persen, dan Amerika 8,5 persen. "Karena momok semua negara sekarang ini inflasi," ujar Jokowi saat memberikan sambutan pada rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi di Istana Negara, Kamis (18/8).
"Coba lihat sekarang inflasi kita tadi disampaikan oleh Pak Gubernur BI (Bank Indonesia), Pak Menko Ekonomi, (inflasi Indonesia) di angka 4,94 (persen)," lanjut Jokowi.
Meski begitu, Jokowi menilai bahwa bila semua pihak dari daerah hingga pusat, termasuk juga tim pengendali inflasi bekerja sama, maka bisa menekan laju inflasi di Indonesia. Dalam hal ini untuk mengembalikan lagi inflasi di bawah angka 3, terlebih menurut Jokowi barang di Indonesia tersedia.
Jokowi kemudian mengungkapkan bahwa saat ini ada lima provinsi dengan angka inflasi yang sudah melebihi 5 persen. Jokowi lantas meminta kepada pemda untuk mencermati secara detail apa yang menyebabkan inflasi di provinsi-provinsi terkait tinggi.
"Provinsi Jambi hati-hati sudah berada di angka 8,55 persen, Sumatera Barat berada di angka 8,01 persen, Bangka Belitung, 7,77 persen, Riau di angka 7,04 persen, Aceh di angka 6,97 persen," beber Jokowi. "Tolong ini dilihat secara detail yang menyebabkan ini apa, agar bisa kita selesaikan bersama-sama."
Merujuk pada kondisi ekonomi yang tengah dihadapkan pada inflasi, Jokowi kembali meminta kepala daerah untuk benar-benar mencermati situasi dunia yang berada pada keadaan tidak normal. Artinya, kepala daerah harus bekerja secara makro, mikro, dan terperinci sehingga angka-angka inflasi tersebut bisa dipahami.
(wk/tiar)