Penyebab Quiet Quitting
Pexels/Tima Miroshnichenko
SerbaSerbi

Dalam artikel kali ini, tim redaksi WowKeren akan mengulas tentang apa itu Quiet Quitting, apa penyebab serta bagaimana dampaknya pada kesehatan mental. Penasaran?

WowKeren - Quiet quitting merupakan hasil dari perubahan pola pikir para pekerja yang muncul selama pandemi COVID-19. Hal itu berkaitan dengan adanya sistem work from home atau bekerja dari rumah.

Ada banyak karyawan yang merasa bahwa mereka bekerja dengan lebih keras selama pandemi. Namun perusahaan tidak memberi apresiasi, kompensasi maupun pengakuan yang layak atas kerja keras mereka.

Selain minimnya apresiasi perusahaan, ada beberapa faktor lain yang memicu terjadi quiet quitting. Pertama, karyawan menjadi terlalu lelah karena beban kerja yang tak proporsional dan terus bertambah.

Kedua, para pekerja takut jika mereka diberi pekerjaan tambahan sewaktu-waktu. Faktor ketiga adalah banyaknya pegawai yang bosan dengan pekerjaan yang terasa stagnan. Kehadiran rekan kerja yang toxic juga bisa menjadi penyebab seseorang menganut tren quiet quitting.

Alasan berikutnya adalah karena para pekerja merasa tidak memiliki banyak waktu luang untuk kehidupan pribadi. Dan di atas segalanya, mereka merasa bahwa semua jerih payahnya hanya menguntungkan perusahaan.

Berbagai faktor itu kerap membuat mereka burnout, cemas atau bahkan depresi. Karena itulah para pekerja akhirnya memilih untuk tidak terlibat terlalu jauh dalam pekerjaan demi menjaga kesehatan mental mereka.

(wk/eval)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait