Korea Selatan Alami Krisis Kimchi Imbas Kelangkaan Kubis
pixabay/ilustrasi
Dunia

Untuk mengatasi krisis itu, pemerintah menetapkan rencana untuk membangun dua fasilitas penyimpanan kubis besar-besaran yang mampu mengasinkan 50 ton kubis setiap hari.

WowKeren - Para pembuat kimchi di Korea Selatan tengah dihadapkan pada masalah serius. Hal itu disebabkan pada kelangkaan kubis yang diakibatkan oleh perubahan iklim. Harga kubis yang meroket memperburuk kerusakan yang ditimbulkan oleh penawaran lebih murah dari Tiongkok sebagai pesaing.

Kimchi merupakan hidangan pendamping yang menjadi makanan sehari-hari orang Korea. Untuk mengatasi krisis itu, pemerintah baru-baru ini menetapkan rencana untuk membangun dua fasilitas penyimpanan kubis besar-besaran. Masing-masing fasilitas itu memiliki luas 9.900 meter persegi dan akan dibangun di pedesaan Goesan dan Haenam.

Dua fasilitas tersebut dapat menyimpan 10.000 ton kubis dan mengasinkan 50 ton kubis setiap hari. Konstruksi itu diperkirakan akan menelan biaya sekitar 59 miliar won dan dijadwalkan selesai pada tahun 2025.


Saat ini, pembuat kimchi lokal tengah berjuang untuk membeli kubis yang cukup dengan harga tinggi saat ini. Pasokan kubis di Korea Selatan menjadi terbatas akibat rusaknya tanaman kubis. Hal itu tak lepas dari fenomena pergeseran iklim dalam beberapa tahun terakhir yang telah membawa suhu yang lebih tinggi dan hujan lebat.

Tahun ini saja, harga kubis naik dua kali lipat dalam waktu kurang dari tiga bulan. Ahn Ik-jin, kepala eksekutif pembuat kimchi Cheongone Organic mengatakan, "Kami biasa membeli kubis pada bulan Juni lalu menyimpannya untuk digunakan nanti saat harga kubis naik, tetapi tahun ini kami sudah kehabisan stok."

Hal tersebut berimbas pada menurunnya jumlah kimchi yang diproduksi. Perusahaannya pun harus menaikkan harga kimchi sebesar dua pertiganya. "Dulu kami memproduksi 15 ton kimchi sehari, tetapi sekarang kami hanya memproduksi 10 ton atau kurang," lanjutnya.

Menurut sebuah studi oleh Korea Rating & Data, pada tahun 2021, hampir setengah dari seribu pembuat kimchi Korea Selatan tutup secara permanen atau sementara atau beralih ke produk lain. Sementara itu, kimchi impor dari Tiongkok lebih murah yang sering kali hanya dihargai sepertiga dari kimchi buatan lokal. Impor telah melonjak selama dua dekade terakhir dan mencapai 40 persen dari pasar domestik.

(wk/zodi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait