Rizky Billar Diduga Kasari Lesti Kejora, Pakar Khawatir Psikis Baby L Terdampak
Instagram/lestykejora
Selebriti

Kasus dugaan KDRT yang dilakukan Rizky Billar pada Lesti Kejora dikhawatirkan berdampak besar bagi piskis putra mereka. Begini penjelasan dari pakar psikologi.

WowKeren - Rizky Billar dan Lesti Kejora tengah menghadapi permasalahan yang begitu serius. Beberapa waktu lalu, Lesti terungkap melaporkan sang suami ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Dengan adanya kasus sepelik ini, rumah tangga Lesti Kejora dan Rizky Billar diduga akan mengalami dampak besar terlepas bakal bercerai atau tidak. Saat ini simpati publik tertuju pada putra mereka, Muhammad Leslar Al-Fatih Billar alias Baby L, yang dikhawatirkan akan merasakan dampak pemberitaan ini apabila sudah lebih dewasa.

Seorang pakar menyoroti kasus dugaan KDRT Rizky Billar terhadap perkembangan Baby L. Sejauh ini ada dua kemungkinan mengingat usia Baby L masih kurang dari setahun.

"Pertama, tergantung pada bagaimana parahnya KDRT. Lalu tergantung usia anak-anak itu berapa. Kalau dia masih kecil sekali, masih di bawah satu tahun mungkin dia belum terlalu mengerti," kata Mintarsih dalam video unggahan YouTube KH Entertainment pada Minggu (9/10).

Rupanya dampak kasus ini terhadap Baby L akan lebih berbahaya jika ia sudah agak mengerti. Jika seorang anak menyaksikan KDRT di rumah, bisa jadi akan lupa namun dapat membekas untuk waktu yang lama. Akibatnya pun tidak main-main.


"Tapi kalau sudah agak mengerti itu akan menjadi masalah yang cukup berbahaya di kemudian hari. Karena dia akan menyerap apa yang dia ketahui dan akhirnya akan terlupakan tapi dalam jiwanya masih ada sisa-sisa yang dia rasakan. Dan nantinya dia akan menjadi ketakutan," paparnya.

Mintarsih kemudian melanjutkan, apabila anak melihat orangtua sudah tidak akur dan sering berkelahi maka berdampak pada perkembangan jiwanya. Ditakutkan jika anak tumbuh melihat orangtua tidak akur akan menyebabkan perkembangan jiwanya tidak matang. Yang lebih dikhawatirkan apabila ada kemungkinan meniru perlakuan orangtuanya.

Menurut Mintarsih, situasi saat ini membuat anak dengan orangtua yang punya riwayat KDRT bisa menjadi korban bully di sekolah. Hal itu juga dikhawatirkan akan dirasakan Baby L jika kasus ini semakin besar dan diketahui semua orang.

"Kita bayangkan situasi sekarang pada anak-anak, sekarang banyak bully di sekolah. Dan kalau ini sudah muncul dan banyak orang tahu, banyak anak yang tahu maka sering kali dia juga di-bully. Itu juga akibat negatif lagi, jadi cukup banyak akibat negatif karena KDRT apalagi jika cukup parah. Efek negatifnya, di kemudian hari anak-anak itu akan kurang percaya pada perkawinan," terangnya.

Lalu Mintarsih menjelaskan ada cara untuk mencegah dampak kasus dugaan KDRT Rizky Billar ini pada Baby L lebih besar. Ia menyarankan agar Baby L diberi pengertian bahwa tidak semua keluarga mengalami hal yang sama. Anak perlu dibina agar tidak menganggap di mana-mana kejadian KDRT mirip dan meluruskan pandangan terhadap orangtua.

"Pertama kita lihat efek pada anak seberapa. Jadi seharusnya sehari-hari sudah harus diatasi. Seandainya tampak gejala kurang baik sebaiknya meminta bantuan tenaga ahli," tutup Mintarsih.

(wk/inta)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait